PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Pameran HUT Kota Oelamasi

Fatuleu Barat Andalkan Sate Daun Singkong dan Susu Jagung, Amabi Oefeto Pamer Puding Ini

Para peserta dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kupang memamerkan keterampilannya dalam mengolah pangan lokal.

Fatuleu Barat Andalkan Sate Daun Singkong dan Susu Jagung, Amabi Oefeto Pamer Puding Ini
POS KUPANG/EDY HAYON
Penjaga stan pameran Kecamatan Fatuleu Barat, Fenti Naklui Nenobahan, Marince Laome Estanu dan Orpa Kamila dengan latar belakang hasil olahan pangan lokal mereka di Oelamasi, Senin (23/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -Memasuki hari ketujuh pelaksanaan pameran pangan lokal dalam rangka HUT ke-11 Kota Oelamasi, para peserta dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kupang memamerkan keterampilannya dalam mengolah pangan lokal.

Dari Kecamatan Fatuleu Barat, berkenaan dengan perlombaan cipta pangan lokal dari hasil pertanian, mengandalkan sate daun singkong, pembuatan tumpeng dari bahan ubi kayu, juga perkedel jantung pisang dan susu jagung.

Sementara peserta dari Kecamatan Nekamese memamerkan hasil karya olahan minyak kelapa murni yang sudah difermentasi, jamu dari kunyit putih, temulawak, jahe.

Sedangkan Kecamatan Amabi Oefeto mengandalkan tumpeng ubi jagung, puding jagung kelor, sup ubi kelor, es kopyor kelor ubi ungu dan sate ubi wortelor.

Penjaga stan pameran Kecamatan Fatuleu Barat, Fenti Naklui Nenobahan, Marince Laome Estanu dan Orpa Kamila, ketika ditemui di lokasi pameran di alun-alun Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Senin (24/10/2017), menuturkan soal olahan pangan lokal yang mereka hadirkan di pameran tersebut.

Menurut Fenti, dalam pameran ini mereka mengikuti lomba pengolahan pangan lokal yang diselenggarakan Dinas Pertanian.

Untuk itu, dari kecamatannya, yang diikutsertakan dalam perlombaan ini kelompok dari Desa Tuakau, dengan mengandalkan hasil karya pangan lokal, seperti sate daun singkong, pembuatan tumpeng dari ubi kayu, perkedel jantung pisang dan susu jagung.

Ketua Kelompok Maju Bersama, Kecamatan Nekamese, Rafenci Bilistolen dan pendamping dari Desa Funfeu, Anaci To, memperlihatkan produk-produk pameran mereka di Oelamasi, Senin (23/10/2017).
Ketua Kelompok Maju Bersama, Kecamatan Nekamese, Rafenci Bilistolen dan pendamping dari Desa Funfeu, Anaci To, memperlihatkan produk-produk pameran mereka di Oelamasi, Senin (23/10/2017). (POS KUPANG/EDY HAYON)

Khusus untuk tumpeng ubi kayu, kata Fenti, pengolahannya sangat sederhana dimana ubi yang sudah digali dipotong kecil-kecil lalu dijemur selama 3 hari sampai kering.

Ubi yang sudah kering kemudian ditumbuk halus, diayak dan dicampur dengan gula juga sedikit garam kemudian dikukus.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayon
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help