Stunting di NTT Tinggi, Bengkel APPeK Dorong Pemerintah Tingkatkan Produksi Pangan

Bengkel APPeK mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan melalui kerja-kerja advokasi.

Stunting di NTT Tinggi, Bengkel APPeK Dorong Pemerintah Tingkatkan Produksi Pangan
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Koordinator Umum Bengkel APPeK, Vinsen Bureni, S.Sos saat memimpin diskusi tematik di OCD Kafe Lasiana, Jumat (20/10/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bengkel APPek NTT menyatakan jumlah anak NTT yang menderita stunting mencapai 52,7 persen. Stunting terjadi karena kurang asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.

Dampak lanjutannya, pertumbuhan anak -baik berat dan tinggi badan- terganggu.

Bengkel APPeK mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan melalui kerja-kerja advokasi.

Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT, Vinsensius Bureni, S.Sos mengatakan hal ini dalam diskusi tematik tentang Ketahanan Pangan dan Gizi Pra Musrembang Provinsi NTT di OCD Cafe Lasiana, Jumat (20/10/2017).

Baca: Pemkot Kupang Wajib Fasilitasi Industri Dodol Lontar

Hadir saat itu perwakilan Akademisi, para pegiat LSM, perwakilam NGO.

Menurut Vinsen Bureni, advokasi yang dilakukan bagian dari upaya menyikapi situasi ketahanan pangan dan gizi yang dihadapi dengan melibatkan peran serta para pemangku kepentingan di Provinsi NTT.

Vinsen Bureni menjelaskan, kasus stanting di NTT sampai saat ini masih tinggi sehingga butuh perhatian serius.

Kebutuhan akan pangan dan zat gizi baik bagi balita maupun ibu hamil perlu ditingkatkan. Untuk menurunkan angka stanting.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help