PosKupang/

Partai Pengusung Calon Kepala Daerah di NTT Abaikan Mata, Telinga dan Mulutnya

Tulisan ini difokuskan pada proses penentuan bakal calon kepala daerah yang terkesan berubah-ubah diopinikan oleh partai

Partai Pengusung Calon Kepala Daerah di NTT Abaikan Mata, Telinga dan Mulutnya
ilustrasi

Oleh: Vinsensius Bureni
Koordinator Umum Bengkel APPeK NTT

POS KUPANG.COM - Pemilu untuk memilih kepala daerah baik gubernur-wakil gubernur maupun bupati-wakil bupati tahun 2018 sudah di depan mata. Panasnya suhu politik lokal di NTT terkesan memadamkan teriknya matahari akhir-akhir ini. Bahkan akan lebih panas menjelang pencoblosan 2018. Dalam kondisi suhu panas ini kita kehilangan mata,telinga dan mulut.

Tulisan ini difokuskan pada proses penentuan bakal calon kepala daerah yang terkesan berubah-ubah diopinikan oleh partai pengusung kepada publik NTT.

Padahal tahap perekrutan calon pemimpin melalui partai ini merupakan fondasi untuk mengukur kualitas tahap pilkada selanjutnya bahkan pada saat seorang kandidat telah menjadi gubernur, wakil gubernur dan bupati, wabup definitif dalam mengelola kehidupan masyarakat NTT.

Penulis akan menguraikan soal mata, telinga dan mulut berdasakan pemahaman dalam interaksi harian dengan berbagai pihak dan berbagai opini yang berkembang dalam media online dan media cetak akhir-akhir ini. Mata dalam perspektif penulis diartikan sebagai kenyataan yang terlihat terhadap rekam jejak dan juga membaca berbagai refrensi ilmiah yang turut berpengaruh pada keputusan pengusung.

Para kandidat yang sudah mulai mendaftar ke partai-partai pengusung, semestinya ditelaah benar rekam jejak dari masing-masing kandidat terhadap bukti riil yang sudah dilakukan dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT.

Sekalipun tidak semua masyarakat NTT merasakanya namun secara faktual bukti-bukti itu berkontribusi nyata pada pengelolaan pembangunan di NTT. Inilah bekal (pengalaman berharga) para kandidat yang perlu diapresiasi sebagai kader pemimpin NTT.

Paling tidak prioritas kepentingan warga NTT yang dapat dijadikan bukti para pengusung yakni kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, pariwisata dan ekonomi.

Hal kedua yang perlu menjadi alat melihat (baca) adalah hasil survei. Hasil survei dari berbagai lembaga tentu memiliki metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Meskipun ada hasil suvei yang diperdebatkan dengan argumentasi pesanan kandidat tertentu, namun dalam alam demokrasi pilkada hasil survei masih menjadi refrensi berbagai pihak untuk menjatuhkan pilihan.

Alasan sederhana adalah hasil survei tersebut merupakan kata hati warga pemilih. Seorang pemilih memiliki cara pandang tertentu yang tidak mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Dan, itu benar secara ilmiah!

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help