Berita Flores Lembata Alor

TIM SAR dan TNI AL Masih Melakukan Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Informasi yang diperoleh poskupang.com di Pelabuhan Labuan Bajo, ada kru kapal yang hilang dan belum ditemukan.

TIM SAR dan TNI AL Masih Melakukan Pencarian Korban Kapal Tenggelam
POS KUPANG/SERVATINUS-
Suasana di Pantai Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (19/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Tim SAR dan TNI AL di Labuan Bajo masih melakukan pencarian terhadap korban atas tenggelamnya kapal nelayan yang bernama Rajawali GT 04, milik Abu Lili di Labuan Bajo.

Hingga Hari ini, Kamis (19/10/2017) siang, tim pencari belum kembali ke Labuan Bajo.

Informasi yang diperoleh poskupang.com di Pelabuhan Labuan Bajo, ada kru kapal yang hilang dan belum ditemukan.

Koordinator SAR Labuan Bajo, Edy tidak bisa dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif.

Satu unit mobil milik SAR masih parkir di pelabuhan siang itu.
Camat Komodo, Abdulah Nur yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kapal yang tenggelam. Namun belum bisa memastikan, apakah benar ada yang hilang atau tidak.

"Setelah saya cari tahu, ternyata benar ada kapal yang tenggelam. Kapal itu milik nelayan di Sape, yakni dari Kecamatan Lenggudu. Salah satu kru kapal masih sempat menelpon keuarganya di Sape pada Hari Rabu saat kejadian," kata Abdulah, Kamis siang.

Namun ketika keluarga di Sape menelpon balik, ternyata nomor handpphonenya tidak aktif.

"Saat menelpon, dia memberitahu bahwa kapal mereka sudah mulai tenggelam. Namun waktu keluarganya menelpon balik, nomor handphonenya sudah tidak bisa dihubungi, sampai sekarang," kata Abdulah.

Untuk diketahui, kapal itu tenggelam di perairan Loh Belanda Labuan Bajo, tepatnya di Torong Langkoe, Rabu (18/10/2017) sore pukul 15.30 Wita.

Lokasi itu terkenal berbahaya karena arusnya berputar-putar.
Kapolres Mabar, AKBP DR Supiyanto, MSi, Kamis (19/10/2017), menyampaikan bahwa kapal itu sehari-harinya digunakan untuk memancing dan menjala ikan di Perairan Komodo.

"Diakibatkan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapten dan kru di atas kapal diinformasikan sebanyak 7 orang. Pukul 15.50 wita Tim SAR gabungan sebanyak 7 org dan di tambah 1 anggota TNI AL menuju lokasi terjadinya kecelakaan laut tersebut, guna mengevakuasi kru kapal dengan menggunakan speed boat milik Basarnas Kabupaten Manggarai Barat," kata Supiyanto.

Kapal itu berangkat dari Labua Bajo pada Hari Selasa (17/10/2017), sekitar pukul 18.00 wita.

Para kru kapal, yakni Abu lili (Kapten), Samsul (kru kapal), Ki (kru kapal), Bonto (kru kapal), Masnun (kru kapal), Sala ( kru kapal) dan Ahmad (kru kapal).

Diinformaskan juga bahwa pemilik dan kru kapal berasal Bima-NTB.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved