PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Distributor: Harga Gula dari Bulog Lebih Mahal Dibandingkan Gula dari Surabaya

Distributor gula pasir di Kota Kupang menilai harga gula pasir dari Bulog NTT lebih mahal daripada mendatangkan gula pasir dari Surabaya.

Distributor: Harga Gula dari Bulog Lebih Mahal Dibandingkan Gula dari Surabaya
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Rapat dan sosialisasi kebijakan pemerintah tentang distribusi gula pasir di Kantor Bulog Divre NTT, Rabu (18/10 /2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - - Distributor gula pasir di Kota Kupang menilai harga gula pasir dari Bulog NTT lebih mahal daripada mendatangkan gula pasir dari Surabaya.

Demikian diungkapkan beberapa distributor gula pasir pada saat rapat dan sosialisasi kebijakan pemerintah tentang distribusi gula pasir di Kantor Bulog Divre NTT, Rabu (18/10 /2017).

Rapat dipimpin ketua Satgas Pangan, Kombes Pol Daniel Yudho Ruhoro yang merupakan dirkimsus Polda NTT, lalu kepala dinas perdagangan Provinsi NTT, Simon Sabon Tokan dan Kepala Bulog Divre NTT, Efdal Marilius Sulaiman dihadiri para distributor gula pasir. .

Menurutnya, para pengusaha, diantaranya Fernando, Alex dan lainnya, harga gula pasir dari Surabaya Rp 10 ribu per kg dan ditambah dengan ongkos angkut Rp 400 per kg maka satu kilogram harganya Rp 10.400 sedang harga dari Bulog Rp 11.000 per kg dari gudang bulog.

"Ada disparitas harga yang jauh. Yang kami khawatir adalah di sini pemain gula pasir tidak hanya kami tetapi masih banyak yang tidak ikut dalam rapat ini. Kalau kami siap untuk ini tapi kalau dengan beda harga seperti ini maka apa yang akan kami dapat. Kalau mereka ambil dari Surabaya dengan harga yang lebih murah," kata Alex. 

Pada kesempatan tersebut, mereka meminta kepastian bahwa distributor gula pasir lainnya juga haeus ikut dengan aturan ini sehingga tidak ada perbedaan harga.

Fernando meminta penjelasan mengenai apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan terkait dengan aturan tersebut sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Menanggapi hal tersebut, dari satgas pangan menjelaskan bahwa satgas pangan siap untuk mengawal hal ini karena tentunya akan dicari tahu dari mana mereka mendapatkan gula pasir tersebut karena sudah ada aturan kalau hanya bulog yang bisa menjual gula dalam bentuk curah sedang pengusaha langsung ke konsumen dalam bentuk kemasan satu kilogram. "Yang namanya aturan harus kita laksanakan," kata ketua satgas Pangan, Kombes Pol, Daniel Yudho Ruhoro

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTT, Simon Sabon Tokan meminta kepada semua pihak untuk memberikandukungan tentang kebijakan harga dan peluang kesempatan bulog sebagai distributor gula yang dipercayakan di daerah.

Ketua Satgas Pangan, Daniel Yudho Ruhoro mengatakan ke depan berkaitan dengan perubahan aturan maka kita lakukan langkah pencegahan untuk tidak terjadi kelangkaan.

"Akan ada perubahan sistem pendistribusian dari distributor langsung ke pasar. Tolong ketersediaan barang di masing-masing kabupaten untuk percepatan bagian penyaluran ke konsumen harus lebih cepat sehingga tidak terjadi kelangkaan dan pada akhirnya menimbulkan dampak harga naik.
Daniel mengatakan bahwa ini sudah aturan sehingga harus dijalankan. (*)

Penulis: hermina_pello
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help