Berita Flores Lembata Alor

Anak, Perempuan Hamil, Manula dan Disabilitas Prioritas Diselamatkan dari Bencana

Menurut Thadeus, penanganan kelompok rentan menjadi tanggung jawab semua elemen terlibat penanganan bencana.

Anak, Perempuan Hamil, Manula dan Disabilitas Prioritas Diselamatkan dari Bencana
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Peserta Bimtek Manajemen Penanggulangan Bencana Berbasis Gender mengikuti pelatihan di Hotel Solis, Kota Maumere,Pulau Flores, Kamis (19/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Datangnya bencana tidak pernah diketahui pasti waktunya. Karena itu antisipasi munculnya bencana dilakukan dengan prioritas kepada kelompok rentan, perempuan, anak, perempuan hamil, manula dan penderita disabilitas.

"Setiap kali terjadi bencana, kelompok rentan selalu menjadi korbannya. Mareka ini yang harus diprioritaskan penanganan sedini mungkin," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi NTT, Tini Thadeus, S.H, dalam Bimtek Manajemen Penanggulangan Bencana Berbasis Gender di Hotel Solis, Kota Maumere, Pulau Flores,Kamis (19/10/2017).

Menurut Thadeus, penanganan kelompok rentan menjadi tanggung jawab semua elemen terlibat penanganan bencana.

Perencanaan penangangan dilakukan sedini mungkin
mengantasipasi segala resiko yang akan muncul.

Thaedus mengatakan, penanganan berbagai bencana yang dilakukan pemerntah Propinsi NTT selalu menjadi perhartian pemerintah pusat. Meski di sana-sini masih terdapat kekurangan, namun proses penangananya lebih baik dari waktu ke waktu.
Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, mengatakan dibutuhkan sinergi semua elemen menangani bencana alam dan bencana sosial.

Daerah NTT umumnya rawan bencana maka mitagasi bencana perlu dilakukan jauh lebih bagus, daripada terjadi baru disiapkan.

Dalam situasi apapun, kata Paolus, semua elemen selalu siap bila terjadi bencana.

"Relevan, dibuat manajemen bencana berbasis gender. Gender bukan hanya perempuan. Saya harapkan diskusi ini memberi konstribusi kepada pemerintah kabupaten dan propinsi," ujar Paolus.

Paolus, menuturkan pengalamananya empat tahun yang lalu. Dua bulan pasca pelantikan Bupati dan Wabup Sikka, Gunung Rokatenda di Pulau Palue meletus menyebabkan pengungsian warga.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved