Nenek Tiamah Tewas di Tangan Cucu Sendiri, Kronologisnya Bikin Miris

Dengan sekuat tenaga, diapun menghantam ke arah pundak dan kepala nenek yang selama ini memberinya nafkah.

Nenek Tiamah Tewas di Tangan Cucu Sendiri, Kronologisnya Bikin Miris
(Kompas.com/Citra Indriani)
Kapolres pekanbaru saat memberikan keterangan pers tentang motif pelaku melakukan pembunuhan 

POS-KUPANG.COM--Kepolisian menangkap Tio Winarto (20), pelaku pembunuhan Tiamah wanita lansia (lanjut usia) yang ditemukan tewas dan jasadnya dikubur dalam kamar di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Tio sendiri merupakan cucu nenek berusia 70 tahun itu.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto Polisi Minggu (15/10/2017) memaparkan kronologis pembunuhan terjadi pada terjadi pada 5 Oktober 2017 itu.

Dia menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat korban sedang melakukan shalat duha. Pada saat sedang melaksanakan ibadah itulah, Tio datang dari arah belakang sambil membawa sepotong kayu yang ukuran cukup besar.

Dengan sekuat tenaga, diapun menghantam ke arah pundak dan kepala nenek yang selama ini memberinya nafkah.

Wanita lansia ini langsung jatuh dan kepalanya mengeluarkan darah segar. Tanpa belas kasihan, diapun menyeret tubuh korban yang sudah tidak berdaya ke kamar.

Di kamar itulah, dia menggali kuburan neneknya dengan menggunakan cangkul. Setelah menggali diapun memasukan neneknya ke dalam liang. Saat dikubur antara kondisi hidup dan mati, Tiamah masih mengenakan mukena.

"Dia mengubur nenek dalam kamar untuk menghilangkan jejak," ucap Susanto .

Dia mengatakan, alasan Tio membunuh nenek kandungnya itu karena sakit hati selalu dinasihati untuk mencari pekerjaan oleh korban.

Pemuda berusia 20 tahun ini sudah tinggal bersama korban selama satu tahun.

Tio mengaku tinggal bersama neneknya karena marah tidak dipinjamkan motor orangtuanya.

"Dia sakit hati dimarahi. Korban juga selalu menasihati agar mau mencari kerja. Namun pelaku malah marah. Usai membunuh, pelaku membawa lari perhiasan. Perhiasan itu dijual oleh teman wanitanya berinisial V. Setelah itu mereka kabur ke Batam. Pada 13 Oktober 2017, kita berhasil menangkap di Batam," kata dia.

Uang hasil menjual perhiasan mereka pergunakan untuk beli narkoba.

"Kedua tersangka ini memang pecandu narkoba aktif," ujarnya.

Jasad Tiamah sendiri ditemukan pada 8 Oktober 2017 atau tiga hari pascapembunuhan. Saat makam dibongkar, jasad korban sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.(*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help