Direktur IMF Puji Menkeu Sri Mulyani yang Konsisten Berani Melakukan Pemberantasan Korupsi

"Saya boleh katakan sesuatu yang Sri Mulyani tidak katakan, dia telah berjuang melawan para penggelap pajak dan koruptor."

Direktur IMF Puji Menkeu Sri Mulyani yang Konsisten Berani Melakukan Pemberantasan Korupsi
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pengarahan saat pelantikan pejabat eselon satu Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (28/7/2017). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengangkat pimpinan tinggi madya yakni Luky Alfirman sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara menggantikan Astera Primanto Bhakti, dan Arif Baharudin sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Bidang Keuangan dan Pasar Modal menggantikan Isa Rachmatawarta. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memuji kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang secara konsisten berani melakukan pemberantasan korupsi.

"Itu adalah sesuatu yang sangat keras dan berani," kata Lagarde saat menjadi panelis dalam diskusi mengenai perkembangan ekonomi global di Washington DC, AS, Jumat (13/10/2017).

Ikut hadir sebagai panelis dalam diskusi tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire, Menteri Keuangan Kanada William Morneau dan Profesor Havard University Gita Gopinath.

Lagarde menilai Sri Mulyani telah melakukan berbagai upaya optimal untuk mengatasi persoalan pajak dan korupsi yang selama ini menjadi penghambat pelaksanaan reformasi struktural.

"Saya boleh katakan sesuatu yang Sri Mulyani tidak katakan, bahwa dia telah berjuang melawan para penggelap pajak dan koruptor," katanya.

Menanggapi pujian salah satu wanita berpengaruh di dunia tersebut, Sri Mulyani tersenyum dan mengucapkan terima kasih sembari ikut bertepuk tangan bersama peserta diskusi.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani memaparkan berbagai persoalan perekonomian global saat ini, salah satunya terkait dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, kata dia, dalam situasi ekonomi saat ini, maka hubungan perdagangan antarnegara menjadi sangat krusial dan segala bentuk proteksionisme tidak akan membuat ekonomi menjadi produktif.

Terkait kebijakan fiskal, Sri Mulyani menekankan pentingnya reformasi berkelanjutan dalam sektor perpajakan yang dapat mengatasi masalah pelayanan dasar pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Untuk itu, ia meminta semua negara berkomitmen guna mengatasi persoalan penghindaran pajak dan mendukung pelaksanaan pertukaran informasi perpajakan agar tidak ada tempat bagi pengemplang pajak.

Sumber : Antara
 

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved