PosKupang/

Waspada! Ini Wilayah Paling Berbahaya di Lembata

Bagi warga korban gempa di Lembata sebaiknya mengikuti saran para ahli agar tetap waspada

Waspada! Ini Wilayah Paling Berbahaya di Lembata
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday
Gempa di Lembata, Selasa (10/10/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA - Badan Vulkanologi Bandung menerjunkan tim ke Lembata, meneliti peristiwa gempa bumi yang terjadi di daerah itu.

Apa yang dilakukan itu untuk memastikan apakah gempa bumi tersebut berpeluang menimbulkan tsunami atau tidak.

Tim dari Badan Vulkanologi Bandung tersebut dipimpin Titis Praponco. Mereka tiba di Lewoleba setelah menempuh perjalanan dari Kupang menggunakan armada TransNusa Air Services, Jumat (13/10/2017).

Setelah tiba di Lewoleba, tim ini langsung mendatangi lokasi pengungsian di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Lembata.

Mereka bertemu Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Thomas Ola Langoday yang datang ke lokasi pengungsian.

Titis menjelaskan, ada dua peristiwa yang terjadi dalam peristiwa alam tersebut. Pertama, gempa bumi tektonik itu telah memicu kenaikan magma dari perut bumi.

Magma yang sebelumnya berada di bawah, sekarang semakin naik ke atas akibat gempa bumi tektonik itu.

Kedua, lanjut Titis, yakni akibat guncangan tersebut, bebatuan yang ada di bagian ketinggian terguling ke bagian bawah. Hal ini tentunya berisiko terhadap pemukiman pendudukan yang umumnya berada di tepian pantai.

Dikatakannya, wilayah yang mengelilingi Gunung Api Lewotolok, merupakan daerah berbahaya. Bahaya oleh aktivitas gunung api, juga berbahaya dari gempa bumi, baik gempa bumi vulkanologi maupun gempa bumi tektonik.

Tak jauh dari posisi dataran gunung api Lewotolok, lanjut dia, ada patahan. Patahan tersebut terdapat di Laut Flores, sebelah timur laut gunung tersebut.

Patahan itu memanjang dari barat ke timur hingga Alor, Maluku dan lainnya.

Saat ada guncangan akibat pergeseran lempeng bumi, lanjut Titis, itu mengakibatkan gempa tektonik. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya bagi wilayah gunung api yang saat ini terbagi dalam dua kecamatan, yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help