PosKupang/

Suryati Mengeluh Tak Pernah Dapat Bantuan Dari Pemerintah

Ini yang dikeluhkan seorang warga di Kelurahan Oesapa, Kupang yang selama ini tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah

Suryati Mengeluh Tak Pernah Dapat Bantuan Dari Pemerintah
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Salah Satu Warga RT 034 Kelurahan Oesapa, Suryanti Fampada sedang bermain bersama anaknya di depan rumah, Jumat (13/10/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG - Salah Satu Warga RT 034 Kelurahan Oesapa, Suryanti Fampada yang tinggal di lokasi pesisir pantai mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah dalam hal ini Kelurahan.

Baik dalam perbaikan rumah, beras miskin ataupun Kartu Indonesia Sehat bagi warga yang kurang mampu.

Suryanti ketika ditemui di rumahnya, Jumat (13/10/2017), menyampaikan suaminya sudah lama tinggal di lokasi ini.
Namun tidak pernah ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah.

Rumah berdinding bebak, berlantai semen bercampur pasir hingga pecah, dengan atap yang pendek ini menjadi rumah yang tak layak huni bagi dirinya yang telah mempunyai tiga orang anak.

Tidak ada bantuan dari pemerintah untuk rumah. Katanya, kalau mau dapat bantuan rumah harus punya tanah sendiri.

"Tapi kalau mau dibilang orang tinggal puluhan tahun sampai sudah tua pun di sini. Pemerintah pikir kita numpang jadi kasih bantuan untuk orang yang punya tanah. Padahal kita juga butuh bantuan agar dapat hunian yang layak," tuturnya.

Ketika disinggung mengemai beras raskin, kata Suryati, tidak semua warga mendapatkan beras tersebut.

"Kalau dapat, saya tidak dapat, belum pernah dapat bantuan apa-apa. Baik raskin, maupun kartu sehat. Kalau di sini ada yang dapat Raskin, BPJS. Tapi saya tidak pernah tanya di Kelurahan kenapa tidak dapat, tapi bersyukur saja kapan mau dapat ya dapat. Sebenarnya sonde mampu sama sekali. Orang mampu yang dapat, orang yang sonde mampu yang sonde dapat. Contoh raskin, orang yang dapat raskin sonde makan dijual kembali, ada orang masak kasih babi, orang sonde butuh, lebih baik kasih orang yang butuh," ujarnya.

Suryati yang memiliki tiga orang anak berusia lima tahun, dua tahun dan satu ini mengkonsumsi air minum dengan menimbanya di sumur. Setiap hari ia memikul air dengan ukuran ember oker, sehari enam ember. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help