PosKupang/

Pilgub dan Ideologi Kekuasaan

Karena salah satu wujud kebudayaan adalah wujud ide yang memberi inspirasi dan motivasi bagi manusia untuk bertindak.

Pilgub dan Ideologi Kekuasaan
ilustrasi

Oleh: Watu Y Vianey
Koordinator MPK Unwira

POS KUPANG.COM - Dalam konteks kajian budaya (Barker, 2005), semua praksis budaya manusia, termasuk dalam budaya politiknya, tak terlepas dari superstruktur ideologi.

Karena salah satu wujud kebudayaan adalah wujud ide yang memberi inspirasi dan motivasi bagi manusia untuk bertindak. Wujud ide dalam kebudayaan menjadi ideologi manakala ia menjadi sebuah sistem nilai dan penilaian yang ada dalam sistem simbol yang mengandung sistem makna yang diyakini kebenarannya oleh kelompok masyarakat atau kelompok etnik tertentu.

Dalam tradisi filsafat (Bagus, 1996) konsep ideologi adalah terjemahan dari kata Inggris `ideology' yang berasal usul dari bahasa Yunani `idea' (`ide', `gagasan') dan `logos' (`studi tentang', `ilmu pengetahuan tentang').

Konsep tersebut mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian yang harafiah sebagaimana digunakan dalam metafisika atau ontologi klasik, ideologi itu merupakan ilmu pengetahuan tentang ide.

Dalam arti yang peioratif ideologi enderung diasosiasikan dengan gagasan spekulatif yang bisa kurang realistis. Dalam arti yang melioratif, ideologi adalah sistem gagasan atau sistem makna yang mengandung gambaran yang ideal, yang diyakini oleh suatu komunitas masyarakat dan karenanya punya daya tertentu yang memberi inspirasi dan motivasi bagi para pendukungnya dalam mengolah peradabannya.

Dalam konteks budaya politik, filsuf politik Karl Manheim mengartikan ideologi itu sebagai seperangkat sistem gagasan yang terstruktur dan diyakini atau dipercaya kebenarannya, entah berciri parsial maupun total.

Secara parsial ideologi itu merupakan sistem berpikir dan sistem kepercayaan yang tersembunyi dalam praktik-praktik simbolik, yang berhubungan dengan tindakan relasi sosial dan politik di medan publik.

Pertanyaaan kecil tulisan ini adalah sebagai berikut. Apakah ada varian dari ideologi kekuasaan yang terselip pada praktik-praktik simbolik dan simulacrum para kandidat Pilgub? Praktik dan teks-teks budaya manakah yang memuat metafora tentang ideologi kekuasaan mereka itu?

Pakaian Adat Kepala Suku
Salah satu praktik simbolik beraroma kekuasaan dan rasanya ada unsur simulacrum adalah praktik mengenakan pakaian adat lengkap. Walaupun mungkin secara genealogis dan etnik sang calon atau pemimpin itu jelas berasal dari etnik lain, tetapi dalam rangka kampanye menjadi penguasa, mereka berani untuk mengenakan pakaian adat seorang kepala suku dengan berbagai asesoris atributif inherennya.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help