Literasi Terhadap Industri Keuangan Masih Rendah

Literasi masih rendah sehingga masyarakat tidak paham dengan resiko dan produk, apa itu industri keuangan resiko dan lainnya.

Literasi Terhadap Industri Keuangan Masih Rendah
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara, Hizbullah membuka acara Pelatihan Wartawan dan Gathering Media Massa Bali, NTB dan NTT di Royal Tulip Hotel Bali, Jumat (13/10 /2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | DENPASAR - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusa Tenggara, Hizbullah mengatakan inklusi terhadap perbankan cukup tinggi tapi literasi yang masih rendah. Literasi Keuangan di NTT baru mencapai 28 persen sedangkan inklusi keuangan 62,2 persen.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Hizbullah membuka acara Pelatihan Wartawan dan Gathering media massa Bali, NTB dan NTT di Royal Tulip Hotel Bali, Jumat (13/10/2017)

Hizbullah mengatakan untuk Bali, inklusi keuangan di Bali 76 persen sedangkan literasi baru 37 persen, untuk NTT inklusif 62 persen sedangkan literasi baru 28 persen

"Karena literasi masih rendah sehingga masyarakat tidak paham dengan resiko dan produk, apa itu industri keuangan resiko dan lainnya," katanya

Baca: Wanita 29 Tahun Ini Merasa Aneh Saat Berintim dengan Teman Kencannya Sebelum Tewas

Hizbullah melanjutkan, yang perlu ditingkatkan adalah literasi sehingga pengetahuan mengenai industri keuangan meningkatkan sehingga masyarakat tidak ditipu dengan iming iming investasi bodong.

Terkait dengan OJK, Hizbullah mengatakan OJK dilengkapi dengan perlindungan konsumen dan ini sangat penting karena sampai sekarang ada banyak masyarakat yang tertipu.

"Ini yang bikin pusing. OJK berupaya untuk sosialisasi dan edukasi tapi sifat manusia adalah mendapatkan yang banyak dengan mudah. Iming-iming ini yang membuat masyarakat tertipu bahkan ada orang BI san OJK yang tertipu," ujar Hizbullah.

Baca: VIRAL! Ibu Ini Ungkap BH Berisi Butiran Diduga Silikon, Penyebab Kanker Payudara?

Tanpa peran dari media dan wartawan, katanya, informasi apa yang dilakukan oleh OJK tidak akan sampai kepada masyarakat sehingga sinergi antara OJK dan media terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Tugas bersama adalah bagaimana supaya masyarakat jangan tertipu lagi minimal dikurangi kerugian tertipu.(*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help