PosKupang/

Gempa di Lembata

Gempa Guncang Lembata - Gedung Sekolah Rusak Parah

Kerusakan akibat gempa itu terjadi pada empat ruangan, yakni ruang kepala sekolah, ruang guru dan dua ruang belajar.

Gempa Guncang Lembata - Gedung Sekolah Rusak Parah
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat menyaksikan penyerahan bantuan dari masyarakat Uyelewun (Kedang) kepada pengungsi, Kamis (12/10/2017). 

Ditemui Pos-Kupang.com, Kamis (12/10/2017) siang, Agnus Dei mengatakan, kondisi kerusakan itu membuat manajemen sekolah itu bersikap untuk tidak mau menggunakan lagi empat ruangan tersebut.

Pertimbangannya, kondisi ruangan itu berbahaya bila digunakan. Apalagi dalam situasi seperti sekarang. Pihaknya khawatir, bila gempa keras mengguncang lagi, maka ruangan tersebut bisa saja roboh karena kondisinya tak memungkinkan lagi.

Atas kerusakan itu, lanjut dia, pihaknya sudah melaporkannya kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Laporan itu dimaksudkan untuk diketahui. Lebih dari itu pemerintah bisa mencarikan jalan keluar untuk mengatasinya. “Di sekolah ini ada 250 siswa dengan puluhan guru. Jadi kami masih butuh ruangan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Lantaran masih banyak warga yang mengungsi dan anak-anak panik atas guncangan gempa bumi, maka Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengeluarkan instruksi kepada lima camat di daerah itu agar meliburkan anak-anak sekolah hingga Jumat (13/10/2017).

Instruksi Bupati Sunur tersebut tertuang dalam surat perintah Nomor HK.HAM/180/2/2017 tanggal 11 Oktober 2017. Ada pun lima camat yang diinstruksikan untuk meliburkan para siswa, yakni Camat Ile Ape, Camat Ile Ape Timur, Camat Nubatukan, Camat Lebatukan dan Camat Omesuri.

Dalam kopian surat instruksi yang diterima Pos Kupang, Kamis (12/102/2017), Bupati Sunur mengeluarkan tiga instruksi, yakni pertama, para camat meliburkan oeserta didik dari jenjang TK/PAUD sampai dengan SMA/MA/SMK yang berada di wilayah kerja masing-masing.

Kedua, libur khusus tersebut dimulai Rabu hingga Jumat (11-13/10/2017). Ketiga, proses belajar mengajar akan dimulai lagi pada Sabtu (14/10/2017).

Meski instruksi bupati meliburkan peserta didik hingga Jumat (13/10/2017), tapi ada sekolah yang meliburkan anak didiknya hingga Sabtu (14/10/2017). Anak-anak itu baru masuk sekolah Senin (16/10/2017). (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help