PosKupang/

VIDEO: Direktur PT Rinjani Karya Abadi Sudah Ditegur Gara-gara Terlambat Kerjakan Proyek Ini

Realisasi fisik pekerjaan pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terlambat.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Realisasi fisik pekerjaan pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terlambat.

Memasuki minggu kedelapan, realisasi pekerjaan yang seharusnya sudah 30,27 persen, namun fakta di lapangan masih 22,72 persen atau terjadi kesenjangan 7,55 persen.

Hal itu dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yoksan Bureni kepada Pos Kupang, saat dikonfirmasi, Kamis (12/10/2017). Yoksan mengaku ada keterlambatan dalam pekerjaan tersebut.

"Pekerjaan memang terlambat. Sekarang sudah masuk minggu kedelapan dan seharusnya pekerjaan sudah 30,27 persen. Namun ada kesenjangan 7,55 persen. Saya sudah beri surat teguran pertama dan kedua," kata Yoksan.

Ia mengatakan, progres pekerjaan mestinya sudah tembok dan pemasangan slof atas. Namun saat ini, pekerjaan di lapangan masih pekerjaan fondasi. Setelah dilakukan check and recheck, rekanan mengaku kendalanya adalah tenaga kerja terbatas.

Penjabat Pembuat Komitmen, Yoksan Bureni menunjukkan perkembangan fisik pekerjaan Kantor Dinas Kesehatan TTU, Kamis (12/10/2017).
Penjabat Pembuat Komitmen, Yoksan Bureni menunjukkan perkembangan fisik pekerjaan Kantor Dinas Kesehatan TTU, Kamis (12/10/2017). (POS KUPANG/TENI JENAHAS)

Alasan tersebut, lanjut Yoksan, tidak bisa mengabaikan waktu kontrak dan rekanan mestinya berusaha menambah jumlah tenaga kerja sehingga progress pekerjaan di lapangan bertambah.

Menurut Yoksan, pembangunan gedung Kantor Dinas Kesehatan dikerjakan oleh PT Rinjani Karya Abadi dengan anggaran senilai Rp 2.916.465.000 yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2017.

Waktu pelaksanaan selama 135 hari terhitung tanggal 7 Agustus sampai 29 Desember 2017. Dana yang sudah dicairkan 20 persen dari jumlah pagu atau sekitar 590 juta lebih.

Yoksan mengatakan, PPK sudah memberikan surat teguran pertama dan kedua kepada rekanan untuk mempercepat proses pekerjaan dengan menambah jumlah tenaga kerja.

Untuk teguran yang kedua, katanya, Direktur PT Rinjani Karya Abadi, Meksi J. Detan belum menghadap PPK guna menjelaskan keterlambatan pekerjaan. Sebab rekanan berada di Kupang.

Apabila teguran kedua tidak dindahkan, maka PPK akan memberikan surat teguran ketiga. Teguran ketiga juga tidak diindahkan, maka rekanan dikenakan sanksi denda dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur PT Rinjani Karya Abadi, Meksi J. Detan belum sempat dimintai konfirmasi soal keterlambatan ini karena dia tidak berada di lokasi. (*)

Penulis: Teni Jehanas
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help