PosKupang/

Plt Sekda TTS Kesal Belum Dilaporkan Soal Temuan Rp 24 Miliar

Karenanya, Epy terkejut ketika membaca koran Pos Kupang bahwa Inspektorat ada temuan 24 miliar.

Plt Sekda TTS Kesal Belum Dilaporkan Soal Temuan Rp 24 Miliar
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Epy Tahun 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE - Plt Sekda TTS, Epy Tahun, yang juga Ketua Majelis MP3R kesal karena hingga saat ini Inspektorat TTS belum melaporkan data soal temuan Rp 24 miliar itu. Karena itu, dia belum bisa mengambil langkah tindak lanjut.

"Selama saya jabat sebagai Plt Sekda, saya tidak pernah mendapat informasi dari Inspktorat sehingga kita mau ambil langkah apa, kita buntu. Saya sendiri sebaga Plt tidak bisa berbuat banyak karena selama ini tidak ada informasi," kata Epy, Selasa (10/10/2017).

Karenanya, Epy terkejut ketika membaca koran Pos Kupang bahwa Inspektorat ada temuan 24 miliar. 

"Saya juga terkejut ketika ada pemberitaan di koran dan ibu Inspektur bilang nanti kami akan sidang MP3R, Majelis Perbendaraan dan Penuntutan Ganti Rugi. Tapi itu juga tidak ada informasi ke saya sebagai ketua MP3R," kata Epy.

Menurut Epy, meski dia baru bulan kelima menjabat sebagai Plt Sekda TTS,  tapi sebelumnya dia adalah Asisten Administrasi Pembangunan yang mengurus juga tentang keuangan. Artinya, dia juga punya kompetensi di situ, tapi tidak ada informasi dari Inspektorat kepadanya.

"Sampai sekarang belum ada informasi secara resmi dari Inspektur kepada kami. Kita hanya ikuti di mass media. Padahal kita sebagai pegawai negeri akan ada tatanan yang atur kita," kata Epy.

Ditanya langkah yang akan diambilnya terkait temuan Rp 24 miliar, Epy mengatakan, dia akan tindaklanjuti hal itu. Karena dia punya tanggung jawab moril untuk tindaklanjuti hal itu.
Dan, jika pelaku tidak mengembalikan uang itu, maka dia akan memproses hukum pelaku dimaksud.

"Temuan itu harus kita selesaikan. Kalau memang tidak bisa kita selesaikan, maka kita minta aparat penegak hukun untuk membantu pemerintah. Harus proses hukum karena ini uang rakyat. Sekecil apa pun itu namanya uang rakyat. Misalnya, Rp 100.000 atau Rp 200.000 atau di bawah Rp 5 juta, kita imbau untuk segera tindak lanjut," kata Epy.

Menurut Epy, Inspektorat harus memberikan informasi dan data temuan itu kepadanya dan juga kepada Bupati. Dia siap menyidangkan temuan itu.

"Sebagai Plt Sekda, saya juga harus dapat informasi. Saya siap sidangkan mereka karena salah satu tugas Plt adalah menyidangkan (PNS yang bermasalah) dan saya siap," kata Epy.

Bupati TTS yang dikonfirmasi di acara pembukaan Festival Pah Meto di SoE, Senin (9/10/2017), berjanji akan memberikan data lengkap terkait temuan Rp 24 miliar itu.

"Ah, itu nanti baru kita jawab saja. Temuan itu ada semua. Ada di pihak ketiga, perorangan, dinas. Ke depan kita proses. Ini sedang kita proses. Nanti kita kasih data lengkap," kata Bupati Mella. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help