PosKupang/

Gempa di Lembata

Gunung Ile Lewotolok Waspada, Ahli Geologi: Bisa Saja Magma Gunung Agung Pindah ke Gunung Lain

Ketika magma dari perut bumi tidak bisa menembus batuan dari Gunung Agung, bisa jadi magma tersebut bergerak ke celah atau rekahan yang lain.

Gunung Ile Lewotolok Waspada, Ahli Geologi: Bisa Saja Magma Gunung Agung Pindah ke Gunung Lain
Pos Kupang/Kolase
Gunung 

BNPB merilis ada lima kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat ada kedalaman 10 – 30 kilometer.

Pada pukul 06.23 Wita terjadi gempa 4,9 SR, setelah gempa sebelumnya pada pukul 02.19 Wita dan pukul 02.27 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Drs. Hasanudin menjelaskan, pusat gempa bumi pagi ini berada di laut, 29 Km arah Barat Laut Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata dengan koordinat 8.23 Lintang Selatan (LS) dan 123.37 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 Km.

Menurut Hasanudin, berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (Shakemap) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada II skala intensitas gempa bumi BMKG (SIG-BMKG) atau III - IV skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah Lembata.

Kemudian, berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempa bumi dirasakan II SIG-BMKG (III-IV MMI) di wilayah Lembata.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi tektonik akibat sesar aktif (sumber pemicu gempa yang terletak di darat) di sekitar Lembata hingga memicu terjadinya gempa bumi," jelas Hasanudin.

Dia juga mengatakan setelah gempa berskala 4,9 SR, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

"Masyarakat tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG mengingat gempa bumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil, dan tidak berpotensi tsunami," imbuh Hasanudin.

Sebelumnya, Stasiun Geofisika Kupang menyatakan gempa tektonik sudah 6 kali menguncang wilayah Kabupaten Lembata.

Gempa yang terjadi selama 1 - 11 Oktober 2017, berkekuatan berbeda-beda.

Halaman
123
Editor: Djuwariah Wonga
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help