PosKupang/

Gempa di Lembata

Gempa Guncang Lembata, Tim Pemkab Lembata Segera ke Lokasi

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Rolly Betekeneng, ketika dihubungi Pos Kupang, Rabu (11/10/2017).

Gempa Guncang Lembata, Tim Pemkab Lembata Segera ke Lokasi
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Rumah Imelda Letek di RT 13, RW 7, Desa Lamawara, rusak akibat gempa. Gambar diabadikan Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur telah menugaskan tim dari instansi teknis, baik dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan juga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata untuk turun ke lapangan.

Tim itu bertugas melakukan pendataan, baik kerusakan rumah penduduk danfasilitas umum maupun  kerusakan jalan akibat gempa bumi yang terus mengguncang Kabupaten Lembata, khususnya di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur saat ini.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Rolly Betekeneng, ketika dihubungi Pos Kupang, Rabu (11/10/2017).

“Mulai besok (maksudnya hari ini, Kamis 12/10/2017, Red), baru kami turun ke lapangan,” ujar Rolly.

Dikatakannya, tim itu bertugas melakukan pendataan kerusakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, akibat gempa bumi tektonik. Tim itu akan turun ke wilayah Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur.

Menurut dia, selain turun melakukan pendataan, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus memberikan bantuan bagi para pengungsi. Bantuan yang diberikan itu baru semata pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Para pengungsi juga, lanjut Rolly, terus diberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan secara terpusat di tempat pengungsian di Lewoleba, yakni di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.

Menyangkut bantuan jenis lain, Rolly mengatakan, pemerintah tentu akan mencari solusi untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa bumi tersebut. Tapi hal itu dilakukan setelah ada data riil tentang itu.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas PU, Tata Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali saat dihubungi secara terpisah. Dia mengatakan, sesuai rencana, stafnya baru turun ke lapangan melakukan identifikasi kerusakan pada Kamis (12/10/2017).

Adapun lokasi yang akan didatangi, yakni wilayah yang menjadi lokasi dengan kerusakan terparah saat terjadi gempa bumi. Sejauh ini terdata desa dengan fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat, yakni ruas jalan dari Atawatun (Desa Lamagute) – Mawa (Desa Napasabok) - Desa Waimatan.

“Tapi seperti apa kerusakan itu, kami belum tahu pasti. Kami harus mendata terlebih dahulu dan itu berarti ada tim teknis yang turun ke lapangan. Sesuai rencana, tim itu turun besok untuk mendata secara detaik kerusakan akibat gempa,” ujar Paskalis. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help