PosKupang/

Bea Cukai Atambua Sudah Mencacah 25 Peti Harley Davidson, Tapi Jumlahnya Belum Tahu

Barang-barang tersebut sudah berada di Pelabuhan Laut Atapupu sejak tanggal 23 September 2017 untuk diberangkatkan ke Surabaya.

Bea Cukai Atambua Sudah Mencacah 25 Peti Harley Davidson, Tapi Jumlahnya Belum Tahu
POS KUPANG/EDY BAU
Dua anggota DPRD Belu dari Fraksi Nasdem mendatangi Kantor Bea Cukai Atambua untuk mempertanyakan proses penanganan kasus penyelundupan motor HD, Senin (9/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pihak Bea Cukai Atambua dibantu Kanwil Bali, NTB dan NTT telah mencacah (membuka dan menghitung, red) setiap peti kayu berisi sparepart motor mewah Harley Davidson (HD) yang diamankan di Pelabuhan Atapupu, pekan lalu.

Namun, Bea Cukai Atambua belum mengetahui dan belum bisa memastikan berapa jumlah motor DH dalam peti tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Informasi Bea Cukai Atambua, Edie, kepada wartawan di kantornya, Rabu (11/10/2017), mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi dari petugas pencacah di lapangan.

“Mungkin nanti keterangannya menyusul. Berapa jumlah mesin, jumlah rangka dan lainnya belum tahu. Kami baru dapat informasi bahwa ada 25 peti. Teman-teman Kanwil sudah selesai pencacahan kemarin. Nanti baru kita minta secara detail berapa jumlahnya karena kami tidak berani mendahului proses yang dilakukan teman-teman,” ungkapnya.

Ditanya langkah selanjutnya setelah dilakukan pencacahan, Edie mengatakan, pihaknya masih harus memastikan dulu status barang-barang tersebut, apakah barang impor atau antarpulau.

“Kita memastikan dulu status barang ini karena itu kan berada dalam daerah pabeanan Indonesia. Kita memastikan dulu ini barang benar-benar barang impor atau barang antarpulau karena posisi barangnya ada di pelabuhan antarpulau,” jawabnya.

Sebelumnya, Kepala Operasional PT. Mentari Line Pelabuhan Atapupu, Maximus Keru, kepada wartawan mengatakan, pemilik barang tersebut mengaku bernama Doni. Dia sudah berusaha menghubungi Doni, namun tidak pernah muncul.

Menurut Maximus, barang-barang tersebut sudah berada di Pelabuhan Laut Atapupu sejak tanggal 23 September 2017 untuk diberangkatkan ke Surabaya.

Seperti diketahui, aparat berhasil menggagalkan pengiriman sebuah kontainer yang diduga berisi rangka dan mesin sepeda motor gede (moge) Harley Davidson di pelabuhan Laut Atapupu, Selasa (3/10/2017).

Kontainer berwarna merah berukuran besar itu nyaris dimuat ke atas kapal ekspedisi, namun ditahan oleh aparat dari Kodim Belu dan Provos Polisi Militer. (*)

Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help