PosKupang/

Gempa di Lembata

Wabup Lembata: Anak Sekolah Diliburkan

Sekolah-sekolah dimaksud tersebar di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan dan sebagian di Kecamatan Lebatukan.

Wabup Lembata: Anak Sekolah Diliburkan
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday
Rumah di Ile Ape, Kabupaten Lembata rusak akibat gempa tektonik, Selasa (10/10/2017). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Kabupaten Lembata meliburkan anak sekolah dan guru selama tiga hari ke depan menyusul terjadinya gempa tektonik.

Kegiatan belajar mengajar dihentikan, khususnya pada sekolah- sekolah yang terkena dampak gempa.

Sekolah-sekolah dimaksud tersebar di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan dan sebagian di Kecamatan Lebatukan.

"Hari ini (Rabu, 11/10/2017) semua sekolah di kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan dan pesisir Lebatukan kita liburkan selama 3 hari ke depan sambil memantau situasi," demikian pernyataan Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday yang dikutip Pos Kupang.com dari grup WhatsApp, Rabu pagi.

Baca: VIDEO: Begini Suasana Penemuan Bayi Laki-laki di Dekat Pos TNI AU Penfui Kupang

Thomas Ola juga menjelaskan mengenai desa terdampak gempa.

Dia menyebut saat ini sudah 26 desa terkena dampak gempa tektonik. Desa-desa tersebut berada di sekeliling Gunung Lewotolok.

Mantan dosen ekonomi Fakultas Ekonomi Unwira Kupang ini mengatakan, sampai Selasa malam jumlah pengungsi tercatat sebanyak 743 orang ditampung di rumah jabatan (Rujab) lama Bupati Lembata.

Selain itu, sebanyak 224 orang di penampungan keluarga, dan 161 orang ditampung di kantor camat Ile Ape.

"Sampai pagi ini Lembata masih diguncang gempa tektonik.
Pagi ini dgn kekuatan 4,9 Skala Ricter (SR) disertai gempa susulan skala kecil. 26 desa di sekeliling Ile Lewotolok terkena dampak gempa ini," demikian pernyataan Thomas Ola yang dikutip dari grup WhatsApp, Rabu pagi.

Baca: FOTO! Inilah Kondisi Korban dan Desa di Lembata yang Diguncang Gempa. Jalan Raya Ditutupi Bebatuan

Thomas Ola juga menjelaskan jalan raya sepanjang 2.3 Km tertutup bebatuan besar.

Dampak lainnya, ada 11 rumah rusak berat dan 29 lainnya rusak ringan, semuanya di Desa Bungamuda.

Dia mengungkapkan, persediaan pangan dan kebutuhan di pusat penampungan sangat terbatas, hanya mengandalkan beras stok dinas sosial.

"Mohon kami dibantu," tulis Thomas Ola. (*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help