PosKupang/

Gempa di Lembata

Gempa Tektonik di Lembata Tidak Terkait Aktivitas Gunung Ile Lewotolok

Hasanudin mengatakan masyarakat di sekitar lereng gunung Ile Lewotolok yang mengungsi bukan karena aktivitas gunungnya.

Gempa Tektonik di Lembata Tidak Terkait Aktivitas Gunung Ile Lewotolok
POS KUPANG/ANY TODA
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Drs. Hasanudin 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Maria A.E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Drs. Hasanudin menegaskan gempa tektonik yang mengguncang Kabupaten Lembata tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung Ile Lewotolok.

''Kalau gempanya karena aktivitas gunung berapi atau dalam hal ini Ile Lewotolok namanya gempa vulkanik yang mana efek guncangannya hanya terjadi di sekitaran gunung tersebut dan tidak merambat kemana-mana," jelas Hasanudin saat ditemui di Kupang, Rabu (11/10/2017).

Menurut Hasanudin, gempa tektonik terjadi karena adanya sesar atau patahan aktif yang bergerak terus-menerus di sekitar Lembata.

Baca: Lembata Sudah 6 Kali Diguncang Gempa Tektonik, Begini Urutan Beserta Kekuatannya

"Gempa tektonik diakibatkan oleh sesar aktif dan cakupan guncangannya luas seperti yang saat ini terjadi di Lembata,'' tandasnya.

Hasanudin membantah informasi yang berkembang bahwa gempa tektonik yang terjadi di Lembata merupakan akibat dari aktivitas gunung Ile Lewotolok.

Mengenai longsor yang terjadi, Hasanudin menegaskan dipengaruhi struktur tanah yang ada di beberapa desa, di antaranya Desa Waimatan, Lamagute, Napasabok, Mawa dan Desa Bungamuda karena topografi kemiringan yang ekstrim sehingga mudah terjadi longsor dan jatuhnya bebatuan dari lereng gunung.

Baca: 26 Desa di Sekeliling Gunung Lewotolok Terdampak Gempa

''Topografinya kan ektrim kemiringannya, jangankan gempa kecil, hujan saja bisa langsung longsor di sana itu,'' ujar Hasanudin.

Hasanudin mengatakan masyarakat di sekitar lereng gunung Ile Lewotolok yang mengungsi bukan karena aktivitas gunungnya.

Tetapi karena longsoran dan bebatuan yang jatuh dan menimpa rumah mereka karena adanya guncangan.

"Siapa yang mau tertimpa batu dan longsor tidak ada yang mau kan, otomatis semuanya pasti memilih untuk mengungsi, kita juga tidak bisa memprediksi apakah akan ada gempa susulan atau tidak," ujarnya.(*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help