Hasil Suvei Indikator: Ahok Jadi yang Terdepan Calon Wapres 2019 Mendampingi Jokowi

Dari hasil survei tersebut nama mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencuat menjadi yang terdepan.

Hasil Suvei Indikator: Ahok Jadi yang Terdepan Calon Wapres 2019 Mendampingi Jokowi
INSTAGRAM/TRIBUNWOW.COM/KOLASE
Beredar foto Ahok dalam penjara di media sosial. 

POS-KUPANG, JAKARTA - Survei yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia hari ini, Rabu (11/10/2017), mencoba meramalkan siapa kandidat wakil presiden yang cocok mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019 pilihan responden.

Dari hasil survei tersebut nama mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - yang saat masih menjalani hukuman penjara di Mako Brimob Jakarta, mencuat menjadi yang terdepan.

Dari enam belas nama, Ahok berhasil memperoleh suara sebanyak 16 persen mengalahkan kandidat lain seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ridwan Kamil, Sri Mulyani, Tri Rismaharini, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mahfud MD, Surya Paloh, Agus Martowardjojo, Budi Gunawan, Puan Maharani, Chairul Tandjung, Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, Luhut Binsar Panjaitan maupun M Romahurmuziy.

Saat nama-nama tadi dikerucutkan menjadi 8 nama Ahok tetap menjadi kandidat paling kuat dengan nilai 17 persen disusul Gatot Nurmantyo (14 persen), Ridwan Kamil (11 persen), Sri Mulyani (9 persen), Tri Rismaharini (8 persen), Tito Karnavian (6 persen), Puan Maharani (2 persen), dan Luhut Binsar Panjaitan (1 persen).

"Akan tetapi dukungan kepada Ahok tidak meningkat baik saat ada 16 nama calon kandidat pendamping Jokowi maupun saat dikerucutkan menjadi 8 nama saja. Ada tiga nama yang meningkat pesat saat nama dikerucutkan menjadi 8 nama saja," kata Burhanuddin.

Mereka adalah Gatot Nurmantyo (25 persen), Sri Mulyani (24 persen), dan Tito Karnavian (12 persen).

"Mereka bertiga menjadi kandidat paling kuat pilihan rakyat untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Ahok tidak kami masukkan dalam pengerucutan tiga nama karena mempertimbangkan status hukumnya saat ini dan masa mendatang jelang Pilpres 2019," ujar Burhanuddin. (*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved