PosKupang/

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang, Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah Pohon

Ini penjelasan dari kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) Amsila di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang soal sekolah roboh

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang,  Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah Pohon
Istimewah
Gedung SDN Amsila yang roboh dan siswa terpaksa belajar di bawah pohon, Rabu (11/10/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Edi Hayon

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Sebanyak 58 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Amsila di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon.

Pasalnya, gedung darurat yang berdinding kayu dan beratapkan ala-alang di sekolah ini dihantam angin puting beliung, Senin (10/10/2017).

Seluruh fasilitas pendukung KBM di sekolah ini hancur total sehingga praktis KBM lumpuh total.

Kepala SDN Amsila, Aleks Faot, S.Pd,SD, kepada Pos Kupang, Rabu (11/10/2017) menuturkan, angin puting beliung yang terjadi tanggal 10 Oktober 2017 lalu membuat gedung sekolah yang dibangun darurat roboh.

Kerusakan terutama tiga ruang kelas ditambah satu ruangan PAUD dari total 7 ruangan yang ada. Kejadian ini menyebabkan 58 siswa yang selama ini belajar di sekolah ini terpaksa mengikuti KBM di bawah pohon.

"Kejadian ini mengakibatkan siswa harus rela belajar di bawah pohon. Naasnya lagi beberapa kursi, meja dan juga papan tulis juga ikut hancur. Sehingga membuat para guru dan murid belajar menggunakan fasilitas seadanya," tutur Aleks.

Menurutnya, kejadian ini telah dilaporkan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, namun diarahkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang yang sudah diterima Bagian Sarana Prasarana, dan diperoleh jawabab akan dikonfirmasi dengan Sekda dahulu barulah sesuai petunjuk ditindaklanjuti.

Aleks berharap agar pemerintah dapat melihat dan mengatasinya dengan cepat karena semua gedung hanya darurat , dari total 7 ruangan hanya 3 yang beratap seng, tapi dindingnya pun menggunakan bebak, Apalagi saat ini dilakukan ujian tengah semester sehingga langkah yang diambil pihak sekolah menggunakan shift bagi siswa kelas 1- 3 sekolahnya pagi dan 4-6 harus sekolah di sore hari .

Dirinya meminta dengan kerendahan hati agar gedung yang roboh ini bisa segera ditangani karena sebentar lagi musim hujan. (*)

Penulis: Edy Hayon
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help