Berita Timor Rote Sabu

Wah Kini Tarian Bonet Asal TTS Sudah Jadi Milik Masyarakat Indonesia

“Hari ini sertifikat budaya harta benda tarian bonet dari kementerian pendidikan kebudayaan RI itu diserahkan  Gubenur NTT ke Bupati TTS

Wah Kini Tarian Bonet Asal TTS Sudah Jadi Milik Masyarakat Indonesia
Pos Kupang/Novemy Leo
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya ikut tarian Bonet 

Laporan wartawan pos kupang.com, novemy leo

 

POS KUPANG.COM, SOE - Kepala Dinas PPO NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk, mengatakan, tanggal 4 Oktober 2017 dia menerima sertifikat warisan budaya harta benda Tarian Bonet dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI. 

“Hari ini sertifikat budaya harta benda tarian bonet dari kementerian pendidikan kebudayaan RI itu diserahkan  Gubenur NTT ke Bupati TTS,” kata Sinun, Senin (9/10/2017) di SoE. 

Apakah arti sertifikat itu? Artinya bahwa Tarian Bonet dari TTS ini sudah diakui sebagai suatu warisan budaya harta benda Indonesia, milik Indonesia. 

“Jadi Tarian Bonet sudah bukan lagi hanya milik orang TTS saja tapi sudah menjadi milik orang Indonesia,” kata Sinun. 

Dan Tarian Bonet massal yang hari ini dilaksanakan di TTS, menurut Sinun, sangat luar bisa. Karenanya, Sinun berharap agar tarian bonet ini terus dikembangkan dan bisa disosialisasikan di setiap sekolah di Kabupaten TTS juga di sekolah-sekolah dan daerah di luar TTS dan diluar NTT.

“Tarian Bonet ini tidak hanya selesai hari ini. Mestinya di setiap sekolah harus bisa menarikan tarian Bonet. Ayo lestarikan budaya ini demi pelestarian budaya bangsa,” ajak Sinun. 

Kedatangan Sinun ke SoE untuk menghadiri pembukaan Festival Pah Meto dan pameran hasil kerajinan maayarakat TTS di SoE.

Hari itu ribuan pelajar se-Kabupaten TTS mengajak Gubernur NTT, Frans Lebui Raya dan istrinya, Adinda, menari Bonet secara masaal dan makan putak di Lapangan Suspenmas SoE, Senin (9/10/2017) sore.

Tarian Bonet massal dan makan Putak ini dilakukan sebelum acara pembukan Festival atraksi wisata budaya Pah Meto dan promosi hasil-hasil pembangunan Kabupaten TTS. 

Tarian bonet secara massal itu diiringi dengan lagu dan pantun yang dibawakan oleh sejumlah pelajar. Dalam tarian itu peserta membentuk tiga lingkaran besar lalu menari menghentakan kaki dan menggerakan badan mengikuti gerakan sambil diiringi lagu dan pantun berbahasa Timor. Gubernur Frans memegang tangan istrinya dan tangan seorang pelajar lalu mengikuti gerakan. 

Sebelumnya masyarakat dari kecamatan, kelurahan, tim PKK kabupaten/kecamatan, komunitas dan paguyuban di TTS melakukan karnaval dan menampilkan atraksinya di depan para pejabat dimaksud. (*) 

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved