PosKupang/

Memalukan Jika Politisi dan Aparat Penegak Hukum Terlibat Penyelundupan Harley Davidson

Ini kata aktivis soal ditemukannya sepeda motor Harley Davidson di Pelabuhan Atapupu beberapa waktu lalu

Memalukan Jika Politisi dan Aparat Penegak Hukum Terlibat Penyelundupan Harley Davidson
Pos Kupang/Edy Bau
Sarah Lery Mboeik

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Terungkapnya upaya penyelundupan sepeda motor mewah Harley Davidson dari Timor Leste ke Indonesia dan ditemukan di Pelabuhan Atapupu, Belu beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari aktivis kemanusiaan, Sarah Lery Mboeik.

Kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon, Selasa (10/10/2017), Sarah yang adalah Direktris Yayasan Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) Provinsi NTT ini mengatakan, patut diduga aktor atau otak penyelundupan ini melibatkan orang besar yang memiliki pengaruh atau jabatan.

Karena itu, lanjutnya, Bea Cukai, Kepolisian dan TNI harus secara transparan mengusut kasus ini sehingga tercipta rasa keadilan hukum bagi masyakarat.

"Kami minta agar dibuka secara transparan ke publik soal penyelundupan Harley Davidson dari Timor Leste ini. Saya minta Bea Cukai, Polisi dan TNI harus mengungkapnya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas," tegas Anggota DPD RI Provinsi NTT Periode 2009-2014 ini.

Menurutnya, terjadinya kasus ini bertolak belakang dengan niat Presiden RI Jokowi untuk memberangus upaya penyeludupan melalui pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) yang megah dilengkapi fasilitas memadai.

"Ini telah mencoreng wajah negara di mata internasional karena berbatasan langsung dengan negara lain. Kalau aktornya politisi atau pemegang tongkat kekuasaan maka sangat memalukan. Dan kalau bisa mereka itu jangan datang lagi ke NTT," tegasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Informasi, Edie Purwanto dan salah satu penyidik, Dikcson Adie kepada Anggota DPRD Belu dari Fraksi Nasdem, Senin (9/10/2017) mengatakan, proses penyelidikan terhadap kasus ini sedang berjalan dan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Dikatakannya, saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum diketahui siapa pemilik barang tersebut.

Menurutnya, pimpinan Bea Cukai masih dalam masa transisi sehingga belum bisa memberikan keterangan secara rinsi, apalagi kasus tersebut juga ditangani oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi NTT.

Halaman
12
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help