PosKupang/

Ini Alasan PT NJA Dikenakan Denda Dalam Pekerjaan Fisik Jalan Betun-Fahiluka

Ini penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka terkait pekerjaan jalan Betun-Fahiluka

Ini Alasan PT NJA Dikenakan Denda Dalam Pekerjaan Fisik Jalan Betun-Fahiluka
Pos Kupang/Dion Kota
Nampak tumpukkan pasir dan batu kali di badan jalan betun- fahiluka yang sementara dikerjakan 

Laporan wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN - Hingga 40 hari waktu addendum selesai, PT NJA yang mengerjakan paket fisik peningkatan jalan Betun-Fahiluka sepanjang 8,3 Km senilai 20 Miliar tak mampu merampungkan pekerjaan tersebut.

Akibatnya, PT NJA mendapatkan denda satu per-seribu dari nilai kontrak untuk penambahan 50 hari kerja ke depan, terhitung sejak tanggal 9 Oktober lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak saat ditemui Pos Kupang, Selasa (10/10/2017) di ruang kerja.

Ia menjelaskan, penambahan waktu 50 hari kerja yang diikuti dengan denda seper-seribu dari nilai kontrak per-hari dilakukan berdasarkan kontrak kerja dan peraturan yang berlaku.

"Waktu addendumnya sudah selesai terhitung tanggal 8 Oktober lalu. Sehingga mulai dari tanggal 9 Oktober hingga 50 hari ke depan sesuai dengan penambahan waktu yang diberikan, PT NJA akan dikenakan denda satu per seribu dari nilai kontrak paket fisik tersebut per harinya," jelas Nahak.

Jika dalam 50 hari ke depan PT NJA tak mampu merampungkan pekerjaan tersebut, lanjut Nahak, maka PT NJA akan di PHK.

Terkait jumlah pekerja dan alat berat di lapangan yang dinilai sangat kurang, Yohanes menegaskan sudah mengingatkan hal tersebut kepada kontraktor namun tak diindahkan.

" Kami dari dinas teknis ini sudah ingatkan kontraktornya untuk tambah pekerja dan alat beratnya untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut, namun tidak hiraukan," ujarnya.

Namun, Nahak tetap optimis pekerjaan paket Betun-Fahilu akan rampung dalam waktu 50 hari lagi. Dirinya optimis melihat pekerjaan mayor yaitu badan jalan progress sudah mencapai 60 persen lebih.

Tidak hanya itu, saat ini PT NJA juga sudah mulai mendistribusikan aspal guna melakukan hotmix jalan Betun-Fahiluka.

"Saat ini, agregat B sudah selesai, dan sisa melapisi lagi dengan agregat A dan disiram aspal untuk hotmix. Sesuai rencana, proses hotmix akan dimulai dari segmen IV. Sedangkan untuk item pekerjaan drainase dan talud itu hanya pekerjaan minor dan pengaruhnya sangat kecil," ungkap Nahak dengan nada optimis. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help