PosKupang/

Hajah Puji Terpaksa Tutup Kios di Pasar Baru Atambua Setelah Alami Hal Ini

Sudah sekian tahun Hajah Puji membuka usaha kios di Pasar Baru Atambua, persisnya di pasar ikan, bekas terminal Kota Atambua.

Hajah Puji Terpaksa Tutup Kios di Pasar Baru Atambua Setelah Alami Hal Ini
POS KUPANG/EDY BAU
Inilah saluran di pasar ikan Atambua yang menghalangi kios Hajah Puji hingga kiosnya ditutup. Gambar diambil, Senin (9/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sudah sekian tahun Hajah Puji membuka usaha kios di Pasar Baru Atambua, persisnya di pasar ikan, bekas terminal Kota Atambua.

Usaha kios ini mula-mula memberi keuntungan yang luar biasa. Hal ini lantaran letak kios yang persis di pinggir pasar ikan sehingga memudahkan orang untuk berbelanja di kios miliknya.

Namun seiring perjalanan waktu, kios itu bukannya semakin berkembang, malah merugi karena barang-barang tak laku terjual. Tidak ada orang yang mau mendatangi kiosnya untuk berbelanja.

Akhirnya setahun yang lalu, Hajah Puji bersama keluarganya memutuskan untuk menutup usaha yang selama ini menjadi nadi perekonomiann keluarganya.

Kepada pimpinan dan anggota DPRD Belu dari Komisi III yang melakukan kunjungan ke pasar itu, Senin (9/10/2017), Hajah Puji mengeluhkan masalah yang dihadapinya sampai keputusannya menutup usaha kios.

Dikatakannya, usaha kios terpaksa ditutup karena pekerjaan got yang terkesan asal jadi, tidak hanya membuat sampah menumpuk, tapi beberapa kios yang berada persis di depan got terpaksa ditutup.

“Kami terpaksa tutup kios sejak tahun lalu karena mobil mau masuk saja tidak bisa. Kami mau bawa barang keluar masuk tidak bisa. Pembeli saja tidak masuk ke sini karena tanggulnya tinggi sekali,” ungkapnya.

Meski sudah menutup kiosnya, Hajah Puji mengeluh karena masih tetap membayar retribusi sebesar Rp 150 ribu perbulan.

“Kami terpaksa menutup lapak kami karena sudah sejak tahun lalu kami terus bayar retribusi Rp 150.000 tiap bulan, padahal kami tidak jualan lagi," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help