Politani Kupang Suport Petani Kolhua Tingkatkan Produksi

Ipteks bagi masyarakat (IbM) difokuskan pada dua kelompok tani (Poktan), yaitu Dael Mesa dan Kaka Palli.

Politani Kupang Suport Petani Kolhua Tingkatkan Produksi
istimewa
Tim Pelaksana Ipteks bagi masyarakat menyerahkan bibit Sawi dan Kangkung kepada petani di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang membantu petani Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks) untuk meningkatkan hasil pertanian.

Ipteks bagi masyarakat (IbM) difokuskan pada dua kelompok tani (Poktan), yaitu Dael Mesa dan Kaka Palli.

Poktan Dael Mesa dan Kaka Palli, masing-masing beranggotakan 10 - 18 orang. Anggota kelompok tersebar di wilayah RT 28 dan RT 29 RW 09.

Penyuluhan kepada anggota kelompok tani di Kelurahan Kolhua
Penyuluhan kepada anggota kelompok tani di Kelurahan Kolhua (istimewa)

Ketua Tim Pelaksana IbM Kelurahan Kolhua, Nofa D Lussy, SP, M.Sc mengatakan kedua Poktan ini dibentuk tahun 2011.

"Tanaman yang dibudidayakan dengan menggunakan Ipteks, yaitu padi sawah dan jagung serta tanaman hortikultura seperti sawi, kangkung dan labu kuning," jelas Nofa dalam press release yang diterima Pos Kupang.com, Minggu (8/10/2017).

Hasil dari padi dan jagung umumnya untuk konsumsi sendiri, sedangkan sayuran selain untuk dikonsumsi juga dijual untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Pembuatan pupuk organik cair
Pembuatan pupuk organik cair (istimewa)

Dosen Politani Negeri Kupang ini mengatakan selama ini petani Kolhua budidaya tanaman selalu menggunakan produk kimia (pupuk dan pestisida).

Ada juga yang tidak dipupuk seperti jagung, serta ditambah dengan perlakuan tanah dan tanaman yang kurang ramah lingkungan bahkan cenderung merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Hal ini terlihat dari tindakan pembakaran jerami-limbah pertanian di lahan, rendah bahkan tidak adanya penggunaan bahan organik (pupuk organik) dalam usaha taninya, dan tidak dilakukannya penanganan atau daur ulang limbah pertanian.

"Tindakan tersebut dikarenakan petani belum mengetahui bagaimana memanfaatkan sumber daya alam dan limbah pertanian secara baik," tandasnya.

Perangkap hama
Perangkap hama (istimewa)
Halaman
123
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved