Teka-teki Pelaku Pencurian Rp 131 Juta di SMA Seon Belum Terjawab, Ada yang Janggal

Bantuan Operasional Sekolah tahap II yang tersimpan dalam brankas di ruang kepala sekolah digasak kawanan pencuri.

Teka-teki Pelaku Pencurian Rp 131 Juta di SMA Seon Belum Terjawab, Ada yang Janggal
POS KUPANG/DION KOTA
Inilah brankas milik SMA Seon yang dibobol kawanan pencuri beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG. COM, BETUN - Teka-teki siapa pelaku pencurian uang tunia senilai Rp 131 juta di SMA Seon hingga saat ini belum mampu diungkap pihak Polsek Malaka Timur.

Kasus pencurian yang diperkirakan terjadi pada 25 Agustus malam atau 26 Agustus dini hari tersebut masih menyisakan tanda tanya besar.

Uang BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tahap II yang tersimpan dalam brankas di ruang kepala sekolah digasak kawanan pencuri.

Kawanan pencuri diduga masuk ke ruang kepala sekolah dengan cara merusak gembok pintu ruangan.

Usai masuk, kawanan pencuri langsung membobol brankas dan menggasak uang tunai Rp 131 juta.

Dari sejumlah saksi yang diperiksa, pihak kepolisian menduga pelaku pencurian mengenal baik lingkungan sekolah.

Dari keterangan saksi diketahui, keberadaan uang dalam brankas hanya diketahui Kepala SMA Seon, Rostia Bere dan Bendahara, Baltasar Moruk Rusan.

Selain menggasak uang Rp 131 juta, komplotan pencuri juga menggasak alat pemotong rumput, wireless dan stavol di ruang Tata Usaha.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui saat kejadian penjaga sekolah tidak berjaga di sekolah karena sakit. Sementara para guru mengaku tidak mengetahui jika dana BOS senilai Rp 131 juta tersebut disimpan di ruangan kepala sekolah. Keberadaan uang tersebut hanya diketahui kepala sekolah dan bendahara."

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help