PosKupang/

Petani Mbay Desak Pemda Nagekeo Keruk Saluran Pembuangan

Kondisi ini menyebabkan 188 petani di daerah itu terancam kehilangan pendapatan pada musim hujan mendatang.

Petani Mbay Desak Pemda Nagekeo Keruk Saluran Pembuangan
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Para petani di KM2a.1 Kiri ketika bertemu dengan Anggota DPRD Nagekeo, Arnold Ju Wea yang melakukan reses ke areal persawahan tersebut,Kamis (5/10/2017). Para petani setempat meminta Pemda mengeruk SP dan meningkatkan kualitas jalan tani. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Lahan seluas 141 hektar di KM2a.1 Kiri Nangadhero terancam tergenang ketika musim hujan akibat pendangkalan saluran pembuangan.

Kondisi ini menyebabkan 188 petani di daerah itu terancam kehilangan pendapatan pada musim hujan mendatang.

Karena itu, petani setempat mendesak Pemda Nagekeo segera melakukan pengerukan saluran pembuangan (SP) untuk menyelamatkan lahan sawah yang ada.

Pendangkalan SP dan kebutuhan jalan tani disampaikan petani dalam pertemuan dengan Anggota DPRD Nagekeo, Arnoldus Ju Wea di Areal Persawahan DI Mbay, Kamis (5/10/2017).

Ketua P3A KM 2a.1 Kiri, Marselinus Rangga dalam pertemuan tersebut mengatakan, ada 141 hektar lahan sawah yang terancam tergenang pada musim hujan yang akan datang jika saluran pembuangan KM 2 tidak segera dikeruk.

"Ada 188 petani dengan luas lahan 141 hektar meliputi wilayah Aeramo, Nangadhero dan Maropokot kehilangan pendapatan di musim hujan karena lahan terendam akibat pendangkalan saluran pembuangan. Karena itu kita minta Pemda Nagekeo segera mengeruk saluran pembuangan, " kata Marselinus.

Marselinus mengatakan, jika pengerukan tidak segera dilakukan, areal persawahan dan saung jadi genangan. Petani tidak bisa membawa hasil ke saung.

Selain pengerukan saluran SP, petani di KM2a.1Kiri juga membutuhkan jalan tani.

Marselinus mengatakan, ada ruas jalan tani dengan panjang 1.035 meter belum diintervensi program pemerintah.

"Masih jalan tanah. Ketika musim hujan akan berlumpur. Ada satu kilometer saluran tersier yang belum dipermanen," demikian Marselinus.

Menanggapi usulan petani di KM2a.1 Kiri, Anggota DPRD Nagekeo dari PKPI, Arnold Ju Wea mengatakan, seluruh aspirasi petani di daerah itu akan ditampung dan dibawa ke sidang DPRD Nagekeo.

"Saya akan menindaklanjuti aspirasi bapak/ ibu ke Pemerintah Kabupaten Nagekeo," demikian Arnold. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help