Mantan Sekda TTS Ini Bernyanyi Soal Temuan Penyimpangan Dana Miliaran Rupiah

Ini yang dikatakan Mantan Sekda TTS, Salmun Tabun terkait dengan sejumlah masalah di TTS

Mantan Sekda TTS Ini Bernyanyi Soal Temuan Penyimpangan Dana Miliaran Rupiah
Pos Kupang/Novemy Leo
Mantan Sekda TTS, Salmun Tabun 

Laporan wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE - Temuan inspektorat Kabupaten TTS sebesar Rp 24 Miliar ini semula "dinyanyikan" alias diungkapkan oleh mantan Sekda TTS, Salmun Tabun, sebelum dia dibawa ke rutan untuk menjalani proses pidana 26 September 2017.

Tabun divonis bersalah karena merugikan keuangan Negara sebesar Rp 48 juta, terkait kegiatan makan minum pelantikan bupati/wabup TTS tahun 2013 lalu.

Sebelumnya, Tabun memastikan ada banyak uang rakyat yang tercecer di TTS. Namun ketika ditemui di Rutan TTS, Rabu (4/10/2017) pagi, Tabun sudah enggan bicara soal temuan puluhan miliar itu.

"Sudahlah hal kecil itu. Kalau bisa jangan disibukan diri kesitu. Berpikir yang besar-besarlah, karena masih banyak uang rakyat yang tercecer dimana-mana yang nilainya besar. Kita berharap agar semua pihak juga bisa melihat itu," kata Tabun yang berharap pihak kejaksaan bisa menindaklnjuti temuan itu.

Menurut Tabun, kasus yang dialaminya itu adalah kasus kecil namun dibesar-besarkan. Padahal ada kasus lain yang lebih besar yang harusnya menjadi perhatian.

"Kalau kasus yang saya alami kan semua orang tahu. Kok cuma itu juga semua orang sibuk keknya miliaran bahkan trilyunan," kata Tabun.

Meski demikian, Tabun mengaku sudah iklas menerimanya. Bahkan jika pun ada orang yang punya andil juga dalam kasus itu, Tabun siap mengambilalih tanggungjawab.

"Justru saya sudah iklas jadi siapapun yang punya andil dalam persoalan ini, itu jadi tangungjawab saya. Cukup sudah di saya, jangan limpahkan ke orang lain, itu tanggungjawab moril saya. Saya tidak menyesal, saya iklas jalani," kata Tabun.

Tabun meminta masyarakat dan simpatisannya tetap tenang dan tidak membuat keributan di luar sana.

"Kalau saya di luar pasti ricuh. Sekarang saya sudah di dalam, ya masyarakat tenang lah di luar sana. Saya kira, kita saling mendoakan, biar mereka juga sehat, saya juga sehat, sambil kita mengisi hal-hal yang positif. Hindari iri hati, dendam, itu kalau ada yang suskes harus diakui. Tapi jangan saling membenci satu dengan yang lain. TTS ini milik kita semua, jangan kepentingan sesaat, lalu saling mengorbankan satu dengan yang lain," kata Tabun. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved