Kejaksaan Negeri SoE Minta Data Rinci Soal Temuan Rp 24 Miliar di Inspektorat

Ini penjelasan dari Kajari TTS terkait temuan dari inspektorat. Pihak kejaksaan akan melakukan hal ini

Kejaksaan Negeri SoE Minta Data Rinci Soal Temuan Rp 24 Miliar di Inspektorat
Pos Kupang/Novemy Leo
Kajari SoE, Oscar Douglas Riwu, SH 

Laporan wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE - Kajari SoE, Oscar Douglas Riwu, SH memastikan akan menindaklanjuti temuan inspektorat sebesar Rp 24 miliar di sejumlah SKPD di Pemkab TTS itu.

Dan beberapa hari lalu, pihaknya sudah berkordinasi dengan Inspektorat dan data terkait sudah diberikan oleh inspektorat.

Namun, pihaknya belum bisa menindaklanjuti karena data yang diberikan oleh inspektorat masih sangat umum dan mentah.

"Nanti kami telusuri dulu. Kami belum jelas itu. Karena misalnya saja tahun 2002 itu ada temuan 200 juta dan kasusnya ada 5. Kita bingung kasus ini apa, karena hanya ada angkanya saja tidak ada rinciannya," kata Oscar di ruang kerjanya, Kamis (5/10/2017) siang.

Oscar mengatakan, pihaknya membutuhkan data yang lengkap dan rinci. Dan Oscar yakin pihak inspektorat memiliki data yang rinci karena data yang ada itu pasti sudah melalui audit BPK, BPKP dan Inspektorat.

"Kami butuh data yang lengkap. Tapi saat saya diperlihatkan datanya, masih kabur. Nanti kami akan minta data lengkapnya," kata Oscar.

Menurut Oscar, untuk kepentingan hukum, pihak inspektorat harus memberikan data dimaksud dan tidak boleh ada `alasan bahwa data itu rahasia jadi tidak bisa diberikan kepada kejaksaan.

"Itu gak ada rahasia. Itu 'kan audit BPK. Audit BPK bisa diberikan untuk kepentingan hukum," kata Oscar.

Dengan data yang ada nanti, kata Oscar, pihaknya akan melihat dan akan menindaklanjutinya. "Setahu saya temuan itu masuk dulu yang namanya UU otonomi, ada majelis tuntutan ganti rugi yang memutuskan kira-kira siapa yang dibebani untuk mengembalikan temuan. Kalau yang bersangkutan sudah benar- benar dibebani tapi dia tidak mau laksanakan, baru nanti diserahkan ke APH. Dan kami akan lihat siapa yang bisa diproses hukum dan siapa yang tidak," kata Oscar.

Kasi Intel Kejari SoE, Nelson Tahik, SH, mengaku sudah mendatangi inspektorat. "Data akan ditelusui lebih lanjut. Jika ada indikasi pelanggaran pidana maka yang bersangkutan akan diproses," kata Nelson. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved