PosKupang/

BKKBN: Menikah Yang Normal Itu Pada Usia 21 Tahun Ke Atas.

Kaum muda sebaiknya merencanakan memang sebelum menikah berguna untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.

BKKBN: Menikah Yang Normal Itu Pada Usia 21 Tahun Ke Atas.
pos kupang
Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni di acara Forum Ilmiah Kesehatan Masyarakat di Aula Kampus STIKES CHMK, Senin (2/10/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM, KUPANG | - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dr. Surya Candra Surapaty mengatakan usia produktif menikah bagi seorang perempuan, yaitu usia 20 - 21 tahun. Sedangkan seorang laki-laki usia 25 tahun.

Surapaty menyampaikan hal ini ketika menjadi pemateri dalam Forum Ilmiah Kesehatan Masyarakat di Aula Lantai V Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Citra Husada Mandiri Kupang, Senin (2/10/2017).

Kegiatan ini diselenggarakan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) NTT.

Surapaty yang berbicara mengenai Strategi Penurunan TFR Di Indonesia Serta Tantangan Di Provinsi NTT, mengimbau kaum muda sebaiknya merencanakan memang sebelum menikah berguna untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.

Ia mengatakan, Riset Kesehatan Dasar Penduduk Indonesia, 3% mengalami stunting, sehingga BKKBN membuat program
Kampung KB.

Stunting diartikan sebagai pertumbuhan anak yang terganggu, karena kurang asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.

"Pembangunan selama ini berorientasi hal makro bukan pada manusianya. Pemerintah bersama multi stakeholder bersama untuk membahas persoalan ini. Gerakan ini untuk meningkatkan kualitas pada kuam muda dan harus segera mengatur atau merencanakan usia nikah yang sehat," ujarnya.

Dia mengatakan, menikah pasa usia normal itu pada usia 21 tahun keatas.

Ia mengajak untuk memilih kontrasepsi yang sehat bukan melakukan aborsi.

"Rencana untuk menikah dengan baik. Tidak boleh melakukan seks pra nikah. Katakan tidak pada Narkoba salam Genre sebab sudah saatnya yang muda merencanakan," ajak Surapaty.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help