Peserta Konferensi Sepakat Membentuk Koalisi Pariwisata Berkelanjutan di Sumba

Setelah berdiskusi selama dua hari, peserta konferensi sepakat membentuk koalisi pariwisata berkelanjutan di Sumba.

Peserta Konferensi Sepakat Membentuk Koalisi Pariwisata Berkelanjutan di Sumba
POS KUPANG/DION DB PUTRA
Sue Clark (kedua dari kiri) didampingi Redempta Bato (kiri), Roland dan Inge saat penutupan konferensi di Sekolah Hotel Sumba Hospitality, Minggu (1/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion DB Putra

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Konferensi mengenai roadmap (peta jalan) pariwisata berkelanjutan di Pulau Sumba menyepakati sejumlah prinsip antara lain melindungi adat istiadat lokal dan mempromosikan pertukaran budaya.

Konferensi yang digelar Yayasan Sumba Hospitality berlangsung tanggal 30 September-1 Oktober 2017 di Sekolah Hotel Sumba Hospitality, Jalan Mananga Abe, Desa Karuni, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Konferensi diikuti 30 peserta dipandu Sue Clark, profesor di bidang pariwisata berkelanjutan dari New York, Roland, Inge de Lathauwer dan Ketua Yayasan Sumba Hospitality, Redempta Bato.

Setelah berdiskusi selama dua hari, peserta konferensi sepakat membentuk koalisi pariwisata berkelanjutan di Sumba.

Adapun prinsip-prinsip yang disepakati para peserta sebagai berikut, pertama, kami ingin berkolaborasi agar wisatawan yang berkunjung ke Sumba mendapatkan pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

Kedua, kami berbicara sebagai satu Sumba dan satu suara ketika berhubungan dengan berbagai lembaga, organisasi swasta dan non pemerintah serta para pemangku kepentingan.

Ketiga, sekali setahun koalisi kepulauan Sumba bertemu untuk membahas perkembangan dan tantangan. Setiap masalah diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Selain itu membahas topik tertentu secara online melalui forum tertutup.

Keempat, kami tidak hanya mendukung masyarakat setempat memiliki lapangan kerja, tetapi juga membantu masyarakat Sumba membangun dengan cara-cara berkelanjutan agar mandiri di bidang kesehatan, pendidikan, sarana prasarana dan nutrisi.

Kelima, kami melestarikan alam dan meningkatkan nilai budaya Sumba.

Keenam, melindungi adat-istiadat lokal dan mempromosikan pertukaran budaya.

Ketujuh, memastikan adanya berbagai sumber daya langka dan semua aset pariwisata untuk menciptakan ragam pengalaman bagi pengunjung. (*)

Penulis: dion_db_putra
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help