5.000 Orang Berdoa Memohon Ketenangan Gunung Agung

Doa dengan harapan agar warga Bali diberi keselamatan dan ketenangan di tengah kondisi Gunung Agung yang tetap bergejolak

5.000 Orang Berdoa Memohon Ketenangan Gunung Agung
KOMPAS.com/BAMBANG P JATMIKO
Gunung Agung difoto dari udara, beberapa waktu lalu. 

POS KUPANG.COM, DENPASAR - Doa bersama untuk keselamatan dari bencana Gunung Agung bergema di Denpasar, Bali pada Sabtu (30/9/2017) sore.

TNI dengan komponen masyarakat lintas-agama menggelar doa bersama terkait Gunung Agung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Sedangkan di Pantai Lembeng, Denpasar Timur, doa dan meditasi bersama terkait Gunung Agung dilakukan oleh kelompok Meditasi Relaksasi Spirit Suryani (MRSS).

Doa dipanjatkan dengan harapan agar warga Bali diberi keselamatan dan ketenangan di tengah kondisi Gunung Agung yang tetap bergejolak sejak ditetapkan berstatus Awas (Level IV) pada 22 September lalu.

"Kita semua hidup di Pulau Dewata. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk mendoakan alam Pulau Dewata dan manusianya tetap harmonis, tetap seimbang dan terselamatkan dari bencana," kata Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, dalam sambutannya pada acara doa bersama yang digelar Kodam IX/Udayana di Lapangan Niti Mandala.

Acara doa bersama lintas-agama itu diikuti oleh sekitar 5.000 orang, yang terdiri dari para anggota TNI, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan serta para pelajar dan mahasiswa.

Selain Wagub Sudikerta dan Pangdam IX/Udayana Mayjen (TNI) Komaruddin Simanjuntak, terlihat hadir pula para tokoh agama dari elemen umat Hindu, Islam, Kristiani, Budha dan lain-lain.

Terlihat ratusan pelajar SMA/SMK yang masih memakai seragam sekolah antusias mengikuti acara tersebut.

Obrolan tentang kondisi Gunung Agung masih hangat dibicarakan para pelajar tersebut.

Sudikerta juga menyampaikan kepada ribuan orang yang hadir dalam doa bersama untuk introspeksi diri, karena bisa jadi telah banyak kesalahan yang diperbuat manusia sehingga membuat alam Bali menjadi rusak.

Halaman
123
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help