Yayasan Sumba Hospitality Diskusi Pariwisata

Diskusi diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi, terutama memaksimalkan dampak positif pariwisata bagi masyarakat Sumba.

Yayasan Sumba Hospitality Diskusi Pariwisata
ISTIMEWA
PASOLA KODI

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Dion Bata Putra

POS KUPANG.COM, TAMBOLAKA- Yayasan Sumba Hospitality akan menyelenggarakan diskusi tentang Road Map Pariwisata Berkelanjutan untuk Pulau Sumba tanggal 30 September-1 Oktober 2017.

Diskusi diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi, terutama memaksimalkan dampak positif pariwisata bagi masyarakat Sumba.

Diskusi berlangsung di Sekolah Hotel Sumba Hospitality. Jl. Mananga Abe, Desa Karuni, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ketua Yayasan Sumba Hospitality, Redempta Bato menjelaskan, diskusi tersebut akan diikuti 30 orang peserta dari beragam latar belakang, semisal pelaku pariwisata, investor, pemerintah, jurnalis, akademisi, LSM dan lainnya.

"Mereka terdiri dari perwakilan LSM 15 orang, perwakilan pekerja industri pariwisata 10 orang dan personal lima orang," kata Redempta di Tamboka, Jumat (29/9/2017) sore.

Secara sederhana, kata Redempta, pariwisata berkelanjutan itu memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat.

"Kami menyadari ide pengembangan Road Map Pariwisata berkelanjutan untuk Sumba harus lahir dari sebuah kesadaran bersama dan menjadi ide dan harapan masyarakat Sumba. Untuk itu dibutuhkan diskusi dan sharing ide, belajar bersama serta belajar dari banyak orang yang telah mempraktikkan ide pariwisata berkelanjutan," jelas Redempta.

Ia menjelaskan, tujuan khusus diskusi yakni mendapat gambaran kondisi ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan di Sumba.

Mendapatkan gambaran bagaimana pariwisata dapat mengurangi kemiskinan di Sumba, terbentuknya koalisi pariwisata berkelanjutan dan membuat draf road map serta prioritas untuk Sumba.

Redempta menambahkan, peserta diskusi akan didampingi Sue Clark, profesor di bidang pariwisata berkelanjutan dan konsultan British National Park bersama perwakilan industri pariwisata.

"Kami ingin membangun diskusi terbuka untuk menyusun kerangka pikir dan kerangka kerja bersama," tuturnya.

Kunjungan wisatawan ke Sumba belakangan ini meningkat pesat.

Pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah serta keunikan budayanya mulai dari Uma Kalada, makam-makam megalitik hingg atraksi budaya seperti Pasola, Wulla Poddu,bentangan padang sabana nan luas dengan perbukitan indah, hutan tropis di Taman Nasional Manupeu, Tanadarru, pantai-pantai eksotik, kampung adat dan sebagainya.

Penulis: Putra
Editor: Gerardus Manyela
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved