PosKupang/

Kota Kupang Penampil Terbaik Pentas Seni Budaya Jambore Pariwisata

Pada Kamis malam, Agus Beda Ama, Agustinus Dhae dan Pater John Ghono juga memilih lima penampil terbaik lainnya.

Kota Kupang Penampil Terbaik Pentas Seni Budaya Jambore Pariwisata
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Tarian Tian Dida yang dibawakan para penari dari Kota Kupang terpilih sebagai penampil terbaik dalam Festival Seni dan Budaya Jambore Pariwisata Tingkat Provinsi NTT di Mbay, Kamis (28/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com,  Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Tarian Dida dari Suku Helong membawa Kota Kupang keluar sebagai pemenang atau penampil terbaik pentas seni budaya Jambore Pariwisata Tingkat Provinsi NTT yang berakhir, Kamis (28/9/2017) malam di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kekompakan dalam gerak dan kemampuan para penari Kota Kupang dalam menampilkan idiom etnis dan modifikasi secara proporsional berhasil memikat tiga pengamat, Agus Beda Ama, Agustinus Dhae dan Pater John Ghono. 

Tidak hanya Kota Kupang, pada Kamis malam, Agus Beda Ama, Agustinus Dhae dan Pater John Ghono juga memilih lima penampil terbaik lainnya.

Jika Kota Kupang bertengger di posisi puncak,  di tempat kedua ditempati para penari Rote Ndao, disusul Sikka di tempat ketiga, Ende di tempat keempat, Nagekeo di tempat kelima dan SBD di tempat keenam.

Salah satu pengamat seni, Agus Beda Ama  memberikan catatan kritis sebelum mengumumkan para penampil terbaik. 

Ia mengatakan, semua tim sudah berupaya menampilkan yang terbaik.

Namun, kata Agus, ada tim yang belum mampu menampilkan idiom etnis, dan modifikasi.

Modifikasi, katanya, tidak proporsional dengan idiom etnis.

"Modifikasi harus proporsional. Ada penari dan pemeran yang asal gerak di panggung. Padahal gerak di panggung harus bermakna," kata Agus Beda.

Tarian Tian Dida yang dibawakan para penari dari Kota Kupang terpilih sebagai penampil terbaik dalam Festival Seni dan Budaya Jambore Pariwisata Tingkat Provinsi NTT di Mbay, Kamis (28/9/2017).
Tarian Tian Dida yang dibawakan para penari dari Kota Kupang terpilih sebagai penampil terbaik dalam Festival Seni dan Budaya Jambore Pariwisata Tingkat Provinsi NTT di Mbay, Kamis (28/9/2017). (POS KUPANG/ADIANA AHMAD)

Kadis Pariwisata Sumba Tengah, Daniel G. Sabarua dalam pesan dan kesannya terhadap Pelaksanaan Jambore Pariwisata di Mbay, mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap perlombaan seni dan budaya dari setiap daerah.

"Ketika seni dan budaya daerah diperlombakan, bisa menghilangkan karakter dan nilai asli. Bahwa untuk lebih meningkatkan daya tarik silakan, tapi harus lebih ditonjolkan karakter asli. Kreasi, modifikasi asalkan tidak hilangkan nilai asli. Kita khawatir modifkmasi akan menggoyahkan kesetiaan daerah terhadap nilai-nilai  dalam atraksi budaya yang diwariskan leluhur," kata Daniel.

Jambore Pariwisata Tingkat Provonsi NTT di Mbay, Nagekeo secara resmi ditutup Bupati Nagekeo, Elias Djo, Kamis malam.

Dari Mbay, para peserta memilih Alor sebagai penyelenggara Jambore Pariwisata Provinsi NTT tahun 2018. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help