Tak Ada Penampungan Hewan Karantina, Pelabuhan Marapokot Rawan Penyelundupan

Pelabuhan Maropokot rawan penyelundupan hewan. Pasalnya, tak ada penampungan hewan karantina.

Tak Ada Penampungan Hewan Karantina, Pelabuhan Marapokot Rawan Penyelundupan
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Ratusan ekor sapi di Pelabuhan Maropokot yang hendak dikirim ke Banjarmasin, Jumat (23/9/2017), digagalkan KP3L Maropokot karena dokumennya bermasalah. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Pelabuhan Maropokot rawan penyelundupan hewan. Pasalnya, tak ada penampungan hewan karantina.

Hal itu terkuak ketika polisi menemukan 100 ekor hewan yang akan dikirim melalui pelabuhan itu dengan tujuan Banjarmasin, Jumat (22/9/2017), tanpa hasil uji sampel darah.

Dengan dalih tak ada penampungan hewan karantina, penyundupan 100 ekor ternak itu kemudian dilegalkan.

Pada Sabtu (23/9/2017), tepat pukul 01.00 Wita, KPPPL Maropokot melepas kapal pengangkut 100 ekor sapi itu menuju Banjarmasin.

Ternyata kejadian itu bukan yang pertama.

Kepala Pos Karantina Hewan Pelabuhan Maropokot, Syukur Gasim mengatakan, penyimpangan dokumen sudah biasa dilakukan selama ini.

Bahkan, Syukur menyebut hal itu sebagai kebiasaan di pelabuhan itu.

"Bahkan ada ternak yang berangkat tanpa uji lab sampel darah. Saya mau tidak layani, saya disalahkan oleh para pedagang ternak. Dokumen yang disampaikan itu sesuai dengan jumlah ternak atau tidak, juga sulit dideteksi karena tidak ada tempat penampungan hewan," kata Syukur.

Kebiasaan itu juga disampaikan salah satu penyedia jasa pengantarpulauan ternak di Nagekeo, Muhammad Ma'ruf.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved