PosKupang/

Polisi Sedang Menyelidiki Masalah Sampah Medis di Sebuah RS di Kota Kupang

Data yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, di Kota Kupang, rumah sakit yang sudah memiliki insinerator

Polisi Sedang Menyelidiki Masalah Sampah Medis di Sebuah RS di Kota Kupang
ilustrasi

POS KUPANG.COM -- Berdasarkan laporan masyarakat yang terganggu dengan limbah rumah sakit, pihak kepolisian di Kota Kupang kini melakukan penyelidikan di sejumlah rumah sakit.

Pihak rumah sakit dinilai melanggar Pasal 1 angka (22), Pasal 59, Pasal 69 UUPPLH, PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun, PP No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan pemerintah No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Data yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, di Kota Kupang, rumah sakit yang sudah memiliki insinerator (alat pengelola limbah medis) adalah RSU Prof Dr WZ Johannes, RS SK Lerik, RS St. Carolus Borromeus dan Puskesmas Kota Kupang.

Baca: Sampah Medis Dibuang di Jalur 40 Kupang, Beginilah Reaksi Warga di Sana

Namun, insinerator milik RSU WZ Johannes Kupang dalam kondisi rusak. Hasil pantauan, kerusakan insinerator ini sudah terjadi sejak lama. Diduga, kerusakan yang sudah sering terjadi ini akibat tidak ada tenaga ahli di rumah sakit itu yang mampu mengoperasikannya.

Sumber terpercaya menyebutkan, tidak bagusnya pengelolaan limbah medis ini sudah mendapat peringatan dari Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT. Pasalnya, dampak pada masyarakat akibat pengelolaan yang tidak benar, sangat besar.
Sesuai data, di Kota Kupang ada 14 rumah sakit yang beroperasi. Jumlah ini belum ditambah enam puskesmas dan puskemas pembantu (Pustu) lainnya.

Bila satu rumah sakit menghasilkan 50 kg limbah (sampah) medis, maka dalam sehari ada ada 2.050 kg limbah medis yang dihasilkan di Kota Kupang. Bila dibiarkan lebih dari seminggu, maka jumlahnya cukup fantastis. Dan, dampaknya kepada masyarakat akan semakin besar. (eko)

Penulis: sipri_seko
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help