PosKupang/

Pengelolaan Sampah Rumah Sakit di Kupang Tidak Memenuhi Syarat, Beginilah Fakta yang Mengejutkan

Demikian diungkapkan sumber Pos Kupang saat ditemui di Kupang beberapa waktu lalu.Ia menjelaskan

Pengelolaan Sampah Rumah Sakit di Kupang Tidak Memenuhi Syarat, Beginilah Fakta yang Mengejutkan
ilustrasi
Sampah medis 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- "Kami sudah masuk dan pantau semua insinerator yang ada di rumah sakit di Kota Kupang dan beberapa kota lain di NTT. Kami temukan tidak ada satupun insinerator yang memenuhi syarat. Perusahaan yang dipakai untuk mengolah sampah pun tak memenuhi syarat. Setelah kami cek, ternyata semuanya tak memiliki izin operasi."

Demikian diungkapkan sumber Pos Kupang saat ditemui di Kupang beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, bila menggunakan insinerator atau alat pembakaran sampah rumah sakit yang baik, maka sisa pembakaran harusnya hanya 0,5 persen.

"Sebanyak 99,5 persen sampah yang dibakar harus ludes terbakar. Suhu pembakaran harus di atas 1.000 derajat celcius. Rumah sakit (RS) punya kewajiban untuk kelola sampahnya dalam waktu 1x24 jam. Artinya, setiap hari mereka harus kelola sampahnya. Kalau demikian, tidak boleh ada tumpukan sampah, apalagi kalau dibiarkan sampai lebih dari seminggu seperti pantauan media," tegasnya.

Baca: Polisi Sedang Menyelidiki Masalah Sampah Medis di Sebuah RS di Kota Kupang

Sumber tersebut menyatakan, menjadi pertanyaan, kalau kemudian rumah sakit lolos akreditasi, itu bagaimana. "Pengelolaan limbah menjadi bagian penting yang harus masuk dalam penilaian saat akreditasi," tandasnya.

Menurut dia, rumah sakit boleh bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengolah sampah medis. Namun, perusahaan itu harus memenuhi syarat pengelolaan sesuai standar yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Pengoperasian alat di rumah sakit yang ada di Kota Kupang, semua tidak memiliki izin operasional. Izin pengoperasian itu harus keluar dari Kementerian Lingkungan Hidup. Biasanya, kalau tidak punya izin hanya ada dua kemungkinan, yaitu karena tidak mampu urus, atau urus tapi izin tidak keluar akibat peralatan yang dimiliki tidak memenuhi syarat," katanya.

Baca: Sampah Medis Dibuang di Jalur 40 Kupang, Beginilah Reaksi Warga di Sana

Ia menjelaskan, pernah menemukan satu rumah sakit swasta di Kota Kupang yang menaruh sampah medisnya di kamar VIP.

"Saya pantau ke sana, lalu tanya di mana tempat penyimpanan sementara sampah medis. Setelah saya paksa, mereka buka satu kamar VIP, ternyata di dalam penuh sampah medis. Bau sekali. Saya tanya, kenapa belum dimusnahkan, mereka bilang perusahaan yang mengelolanya belum ambil. Mereka kerja sama dengan PT Semen Kupang. PT Semen Kupang bukan perusahaan yang memenuhi syarat medis untuk mengolah limbah atau sampah rumah sakit," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, perusahaan swasta yang mengelola sampah pun mengangkut sampah medis dari rumah sakit dengan mobil pikap. Pengangkutan limbah ke luar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus. Kantong sampah sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Kantong sampah juga harus aman dari jangkauan manusia dan binatang.

Kereta pengangkut harus terpisah antara sampah medis dan non medis agar tidak kesulitan saat pembuangan dan pemusnahannya. Kereta pengangkut hendaknya memenuhi syarat, permukaan bagian dalam harus rata dan kedap air, mudah dibersihkan dan mudah diisi dengan dikosongkan.

"Biasanya malam-malam ada mobil pikap yang masuk bawa sampah. Kemudian tengah malam keluar lagi. Kami tidak tahu aktivitas mereka apa. Tapi, kami tidak pernah lihat ada asap yang keluar dari sini," ungkap beberapa warga di wilayah Kelapa Lima, yang tinggal dekat sebuah perusahaan yang mengelola limbah medis beberapa rumah sakit di Kota Kupang. (eko)

Penulis: sipri_seko
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help