PosKupang/

Nelayan Pulau Salura, Sumba Timur Belajar Tangkap Ikan Cumi-Cumi Dari Nelayan Asal Lombok

Ini pengakuan dari nelayan asal Pulau Salura, Kabupaten Sumba Timur soal komoditi cumi-cumi

Nelayan Pulau Salura, Sumba Timur Belajar Tangkap Ikan Cumi-Cumi Dari Nelayan Asal Lombok
Pos Kupang/Robert Ropo
Nelayan sedang mengangkat cumi yang telah dijemur kering 

Laporan wartawan Pos Kupang, Robert Ropo

POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Nelayan asal Desa Prai Salura, Ppulau Salura, Kabupaten Sumba Timur bisa menangkap cumi dalam semalam mencapai 400 kilogram (Kg).

Nelayan setempat, Selasa Majid ketika ditemui Pos Kupang, Kamis (21/9/2017) mengatakan, nelayan asal pulau Salura biasa mencari ikan cumi dalam setahun biasanya dari bulan April sampai bulan November pada setiap tahun.

Sementara dari bulan Desember sampai Maret disaat angin barat mereka tidak pergi melaut untuk mencari cumi.

Majid mengatakan, selama sembilan bulan mencari cumi pada setiap tahun, pada setiap bulan mereka mencari cumi selama dua minggu saat bulan gelap.

Majid mengakui, jika disaat rejeki bisa mereka memperoleh ikan cumi semalam mencapai 400 kilogram cumi basah dan kadang hanya bisa mencapai 100 kilogram cumi basah saja.

Dari 400 Kg cumi basah tersebut jika dikeringkan hanya 50 Kg cumi kering dengan harga yang dibeli per kilogram cumi kering sebesar Rp 70.000.

Majid mengaku, jika dalam setahun mereka mencari cumi bisa menghasilkan uang 450 juta rupiah.

Nelayan lainya, Irham Selasa juga mengakui hal yang sama.
Irham mengatakan, para nelayam pulau Salura bergelut untuk mencari cumi sejak nelayan pencari ikan cumi asal Lombok masuk di wilayah itu pada sekitar enam atau tujuh tahun yang lalu.

Dari situ mereka mulai belajar dan ikut bersama nelayan asal Lombok NTB tersebut dan kini mereka sudah bisa mendiri untuk mencarinya sendiri.

"Sekarang kami nelayan disini sudah tahu cari sendiri dan malah kami yang dapat lebih banyak lagi dan mereka beli dari kami," ungkap Irham. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help