PosKupang/

Ini Alasannya Mengapa Angka Kematian Bayi di Nagekeo Masih Tinggi

Ternyata, angka kematian bayi dan ibu di Kabupaten Nagekeo cukup tinggi. Ini alasannya

Ini Alasannya Mengapa Angka Kematian Bayi di Nagekeo Masih Tinggi
Pos Kupang/Adiana Ahmad
Kadis Kesehatan Nagekeo, drg.Elya Dewi 

Laporan wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY - Angka kematian bayi dan ibu di Nagekeo masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Selasa (19/9/2017), jumlah kematian bayi di Nagekeo tahun 2016 sebanyak 34 orang dan kematian ibu empat orang.

Angka ini lebih rendah dari angka kematian bayi tingkat Propinsi NTT namun lebih tinggi dari angka kematian bayi secara nasional.

Angka kematian bayi Propinsi NTT 34 per 1.000 kelahiran, sedangkan nasional 32 per 1.000 kelahiran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Elya Dewi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa siang, mengatakan, kematian bayi dan ibu di Nagekeo disebabkan antara lain; asfiksia (gangguan pernapasan) dan mati dalam kandungan.

Dewi yang saat itu didampingi Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Oda Londa, tidak menampik bahwa masih ada ibu melahirkan di luar sarana kesehatan seperti di dukun beranak.

Jarak dan akses ke sarana kesehatan, kata Dewi, menjadi salah satu alasan ibu melahirkan di dukun beranak atau di luar sarana kesehatan.

"Lahir di luar sarana kesehatan satu dua kasus. Karena faktor akses. Namun 95 persen persalinan di sarana kesehatan," kata Dewi.

Dewi mengungkapkan, hampir seluruh kecamatan di Nagekeo telah memiliki puskesmas.

"Puskesmas tujuh unit di tujuh kecamatan. Pustu di Mauponggo tiujuh unit, Boawae tujuh unit, Keo Tengah empat, Nangaroro enam unit, Wolowae dua unit, Aesesa Selatan satu unit dan Aesesa tujuh unit. Rencana tahun 2018 tambah tiga pusmesmas di Aesesa Selatan, Mauponggo dan Keo Tengah," Demikian Dewi. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help