Berita Timor Rote Sabu

VIDEO: Setelah Anaknya Diperkosa Hamil dan Melahirkan, Ibu Ini Hanya Minta Hal ini

Setelah Anaknya Diperkosa Hamil dan Malahirkan, Ibu Ini Hanya minta satu hal ke polisi.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE - Setelah Anaknya Diperkosa Hamil dan Malahirkan, Ibu Ini Hanya minta satu hal ke polisi. Ibu ini bernama Regina R, warga Oesao, Kabupaten Kupang.

Ditemui di Polres TTS, pekan lalu, Regina mengatakan, selama (lima tahun terakhir ini FGR, anak angkatnya
itu tinggal bersama tantenya Hetoreden di Desa Sopo.

Sekitar bulan November 2016, siswi kelas 2 SMP itu diperkosa oleh Simon, sepupunya, yang juga tinggal di tempat yang
sama.

"Perkosaan terjadi di rumah beberapa kali, saat pemilik rumah sedang ke kebun," kata Regina.

Setelah hamil dan ditanya oleh Hetoreden, siapa yang menghamilinya, korban mengaku pelakunya Simon. Namun simon menyangkal.

Lalu Hetoreden memukuli korban hingga terjadi perdarahan telinga.

Korban lalu disuruh pulang ke rumah Regina di Oesao.

"FGR datang ke Oesao tanggal 18 April 2017 dan saat saya tanya siapa yang menghamilinya, dia bilang Simon. FGR juga mengaku dipukuli Hetoreden, kami ke puskesmas untuk periksa kandungan dan telinga FGR yang berdarah," kata Regina.

Tanggal 19 April, Kobus R menemui FGR di Oesao dan Kobus mengaku simon meminta uang Rp 500.000 karena dituduh mempeekosa FGR. "Om Kobus sudah membayar uang Rp 500.000 ke Simon," kata Regina.

Regina lalu menelpon Yusuf R, keluarganya di Humone dan Yusuf menyuruh Regina membawa FGR ke Yusuf. Lalu Yusuf bersama FGR menemui Simon dan Hetoreden.

"Dalam pertemuan itu Hetoreden marah dan tidak terima jika Simon dikatalan mempwrkosa FGR. Hetoreden menyuruh kami silahkan melapor kemana saja dia tisak takut," kata Regina.

Tanggal 7 Juli 2017, Yusuf R dan Yuliana R membawa FGR ke Sanggar Siara Perempuan dan memudian mereka melaporkan kasus itu ke polisi.

"Tanggal 12 Juli FGR melahirkan anak perempuan namun tetap tidak diakui oleh Simon. Kami akan tetap memproses hukum terhadap Simon. Kami harap polisi bisa menangani kasus ini dengan baik," kata Regina.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, SIK dikonfirmasi melalui Kasatserse, Iptu Yohanes Suhardi, S.sos mengatakan susah melakukan pema ggilan terhadap Simon. "Ini sudah panggilan ketiga jika tidak datang maka akan dipanggil paksa," kata Yohanes, Jumat (15/9/2017) pagi. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved