PosKupang/

Jalan Menuju Pepu Watu-Sumba Timur Masih Beralaskan Tanah

Selain itu, jika mendaki atau menurun jalannya sangat licin karena material kerikil yang berserakan.

Jalan Menuju Pepu Watu-Sumba Timur Masih Beralaskan Tanah
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Ruas jalan menuju Desa Pepu Watu yang terlihat hanya beralaskan tanah, Sabtu (16/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Robert Ropo

POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Ruas jalan menuju sejumlah kampung di Desa Pepu Watu, Kecamatan Nggoa, Kabupaten Sumba Timur hanya beralaskan tanah dan bebatuan.

Pantauan Pos Kupang, Sabtu (16/9/2017), terlihat dari pertigaan jalan Nasional Sumba menuju kampung Padamu, dan kampung Umahapi desa setempat terlihat ruas jalan itu beralaskan tanah putih dengan bebatuan cadas.

Ruas jalan beralaskan tanah tersebut dengan jarak sekitar tujuh kilometer.

Jika kendaraan melintas debu melayang tebal sehingga sangat mengganggu pengendara lain.

Selain itu, warga yang rumahnya langsung di pinggir jalan terkena debu.

Selain itu, jika mendaki atau menurun jalannya sangat licin karena material kerikil yang berserakan.

Selain bertanah, jalan juga berlubang-lubang sehingga bagi pengendara yang melintas tentu badannya terasa sakit dan mengendarai kendaraan selalu ekstra hati-hati.

Warga desa setempat, Yusak Pulandu Jawa, Yerimias Kilimanda dan sejumlah warga lain ketika ditemui Pos Kupang di kampung Padamu, Sabtu (16/9/2017), meminta kepada pemerintah daerah dan DPRD Sumba Timur untuk segera mengaspalkan jalan itu.

Anggota DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq ketika dimintai tanggapanya, Sabtu (16/9/2017), mengatakan, apa yang disampaikan warga itu adalah hal yang wajar sebab jalan itu juga belum diaspal sama sekali.

Dikatakannya DPRD akan tetap memperjuangkan untuk pengasapalan jalan itu.

"Memang jalan itu sama sekali belum diaspal dan kita tetap perjuangkan ini, pemerintah juga akan memperhatikan, namun semua pembangunan tentu harus menggunakan anggaran," kata Ali Fadaq.

Ali Fadaq mengatakan, jika diperjuangkan untuk pengerjaan aspal untuk tambahan, tapi sudah tidak bisa dilakukan pada ini tahun mengingat waktu hujan sudah mulai dekat sehingga pekerjaan nanti terhambat dan tidak berkualitas.

Ali Fadaq mengatakan, pada tahun 2017 ini di ruas jalan itu akan dikerjakan berupa pengaspalan dengan jarak sekitar satu kilometer lebih.  Sisanya masih ada jarak sekitar sejumlah kilometer. (*)

(*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help