PosKupang/
Home »

Video

VIDEO: Mahasiswa FH Undana Tolak Pembekuan KPK

Mahasiswa Fakultas Hukum tolak mentah-mentah soal pelemahan KPK. Ini yang mereka lakukan di Kupang

Laporan wartawan Pos Kupang, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pelatan Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang pada Sabtu (16/9/2017) cukup ramai dengan mahasiswa.

Sekitar 600 an lebih mahasiswa berkumpul di kampus itu.
Mereka berkumpul dan berbaris rapi.

Mahasiswa-mahasiswi itu tampak mengenakan baju berwarna merah dipadukan dengan celana panjang jeans berwarna hitam.

Mereka juga membentang beberapa spanduk bertuliskan, tolak angket KPK dan tolak pembekuan KPK, Basmi tikus-tikus berdasi serta tulisan lainnya yang menyindir Anggota DPR.

Mereka berkumpul untuk mengikuti aksi penolakan pansus angket DPR dan pembekuan KPK yang dilaksanakan oleh Pusat Antikorupsi Undana (PaKU) bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Undana.

Suasana semakin ramai, ketika pemandu acara, Bunaiya Dean, memberikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa.
"Selamat pagi..hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup KPK...hidup KPK..Save KPK..Save KPK," teriak gadis yang akrab disapa Dean ini.

Para mahasiswapun menyambutnya dengan teriakan histeris.
"Hidup mahasiswa...hidup mahasiswa..hidup KPK..hidup KPK..save KPK...save KPK," teriak ratusan mahasiswa itu seremapak penuh semangat.

Kegiatan yang dilaksanakan itu berupa sambutan aksi oleh Kepala Pusat AntiKorupsi Undana (PaKU), Bill Nope, SH.,LL.M dilanjutkan dengan pembacaan puisi antikorupsi oleh beberapa mahasiswa, orasi dari mahasiswa, orasi dari Dekan Fakultas Hukum Undana, Yorhan Y.Nome,SH.,M.Hum dan pembacaan pernyatan sikap oleh Andre Boling.

Suasana semakin meriah ketika seorang mahasiswa yang bernama Seravina Nggebu Cornelis, membacakan puisi berjudul Pencuri Berdasi. Para penonton bersorak riang.

Ia tampak semangat saat membacakan puisi itu. Tatapan matanya sangat tajam saat itu.

Isi puisi itu adalah mengkritisi para anggota DPR yang melakukan tindakan korupsi.

Ditemui usai kegiatan, Vina begitu Ia akrba disapa mengatakan, puisi yang Ia baca itu merupakan hasil karyanya sendiri yang spontanitas dalam dua jam bisa menyelesaikan 10 bait puisi.

"Spontanitas adanya ketidakpuasan terhadap ketidak adilan yag dsraskan oleh Pihak KPK. Sya melihat di media sosial, tv, karena bisa melmahkan kPK dalam pencegahan dan pembrantasna Korupsi. Motivasi dan bangga bisa membaca karya hasil sendiri dan dibacakan di depan umum," ujarnya.
Simak Videonya*.

Penulis: Gordi Donofan
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help