PosKupang/

Sadar Lingkungan! Nelayan Ritaebang, Flotim Selamatkan Penyu Belimbing

Pantas menjadi contoh. Nelayan di Ritaebang, Flores Timur lepas penyu yang dilindungi

Sadar Lingkungan! Nelayan Ritaebang, Flotim Selamatkan Penyu Belimbing
Istimewah
Pengawas pada DKP Flotim, WCS, Misool Baseftin dan Nelayan Ritaebang melepas Penyu Blimbing Minggu (17/9/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Felix Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Kesadaran masyarakat Nelayan Ritaebang terhadap hewan laut yang dilindungi semakin tinggi.

Sudah beberapa kali masyarakat Nelayan selamatkan Penyu dari jaring mereka.

Awaludin Alep (33), Nelayan Ritaebang kembali menyelamatkan Penyu jenis Penyu Sisik Minggu (17/9/2017).

"Mereka menyelamatkan Penyu Blimbing," kata Kabid Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan Flotim Apolinardus Y.P. Demoor Minggu (17/9/2017).

Apolinardus menjelaskan, Penyu Blimbing terjaring pukat hanyut malam sekitar pkl 02. 30 WITA dini hari Minggu (17/9/2017) di Perairan Ritabaeng.

"Awaludin pasang pukat pukul 17.30 WITA dengan menggunakan pukat 8 psc ber-mata pukat 2,5 inc benang D6 dengan kondisi robek sekitar 5 meter," kata Apolinardus.

Jelas Apolinardus, pada saat nelayan tarik pukat mereka mendapatkan ikan kombong 20 ekor dan tongkol 27 ekor.

"Namun saat mereka tarik pukatnya ada yang berat dan ternyata seekor penyu tersangkut," kata Apolinardus

Para nelayan lalu menarik pukat ke pantai Ritaebang dan melaporkan ke DKP Flotim.

"Tim yang terdiri dari DKP, Satwas PSDKP Larantuka, WCS dan Misool baseftin langsung menuju lokasi dan melihat satu ekor penyu yang masih hidup," kata Apolinardus.

Apolinardus mengungkapkan penyu yang ditemukan berjenia Penyu Blimbing (Dermochelys Oriacea).

"Setelah diukur panjang 170 cm; lebar tungkai depan kanan kiri 217 cm; panjang karapax 140 cm; lebar karapac 80 cm; tungkai depan 75 cm; tungkai belakang 30 cm dan kepala 30 cm," kata Apolinardus.

Apolinardus mengatakan setelah diukur Penyu Blimbing lalu dilepas ke laut.

"Tim langsung memberikan sosialisasi dan informasi bahwa penyu tersebut sudah dilindungi oleh UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," kata Apolinardus. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help