PosKupang/

5.562 Ekor Babi di Nagekeo Mati Terserang Hog Cholera

Dinas Peternakan Provinsi NTT telah mencatat kasus serangan hog cholera di Nagekeo untuk rancangan penanganan tahun 2018.

5.562 Ekor Babi di Nagekeo Mati Terserang Hog Cholera
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Drh. Fransiskus X.P.G Bethana ketika mengambil sampel darah babi di salah satu peternak babi di Nagekeo untuk mendeteksi hog cholera, Kamis (14/9/2017). Beginilah salah satu ciri babi terserang hog cholera. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY  - Gawat, hog cholera menyerang ternak babi di Nagekeo. Sampai dengan Kamis (14/9/2017), sudah 5.562 ekor babi mati dan masih ada 86.981 ekor babi yang terancam karena hock colera.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Gu Petrus yang dihubungi melalui telepon, Kamis (14/9/2017), mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil langkah-langkah pengendalian dengan melakukan vaksinasi di beberapa lokasi setelah mendapat bantuan vaksin 7.500 dosis dari Pemerintah Provinsi NTT.

Petrus juga mengatakan, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah mencatat kasus serangan hog cholera di Nagekeo untuk rancangan penanganan tahun 2018.

Demikian juga, katanya, dengan DPRD Nagekeo. "Kita akan bicarakan dengan DPRD Nagekeo untuk pengadaan vaksin tahun 2018," kata Petrus.

Dokter hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, drh. Fransiskus X.P.G Bethana yang ditemuibdi ruang kerjanya, Kamis siang, menjelaskan, Hog Cholera tidak saja menyerang ternak babi di Nagekeo, tapi seluruh Flores dan Lembata.

Karena itu, katanya, untuk pengendalian harus dilakukan vaksinasi massal seluruh Flores dan Lembata secara serentak.

"Di Nagekeo pertama ditemukan kasus di Boawae pada Januari 2017. Kedua di Nangaroro, Kaburea dan sekarang menyebar di seluruh kecamatan," kata Frans.

Ia menjelaskan, hog cholera hanya bisa dicegah tidak bisa diobati karena dijangkitkan oleh virus.

"Kita hanya berupaya untuk meminimalisir kematian. Penyebab virus yang dijangkitkan melalui udara.

Halaman
123
Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help