PosKupang/

Seorang Remaja Tanggung Cabuli Bocah 3 Tahun, Ini Kronologi Kejadiannya

Seorang remaja tanggung berinisial ET (15) tega mencabuli bocah tiga tahun, Bunga (nama samaran), Kamis (14/9/2017).

Seorang Remaja Tanggung Cabuli Bocah 3 Tahun, Ini Kronologi Kejadiannya
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
ET, pelaku pencabulan terhadap bocah tiga tahun di Rendu Tutubhada ketika diperiksa Kanit Reskrim Polsek Aesesa, Hironimus Lalu, di Polsek Aesesa, Kamis (14/9/2017) sore. 

Laporan Wartawan Pos-Kupag.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Seorang remaja tanggung berinisial ET (15) tega mencabuli bocah tiga tahun, Bunga (nama samaran), Kamis (14/9/2017).

  • Pelaku yang merupakan tetangga korban itu mencabuli korban di rumah pelaku di Kampung Adat Tutubhada, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan.

Berdasarkan keterangan dari pelaku kepada polisi di Mapolsek Aesesa, Kamis sore, sebagaimana disampaikan Kapolsek Aesesa, Ahmad, S.H, peristiwa itu berawal ketika pelaku mengajak korban ke rumahnya.

Sampai di TKP, pelaku melepas celana pendek yang dipakai korban. Pelaku juga melepas celananya dan mencoba memaksa korban melakukan hubungan intim.

Namun niat pelaku tidak berhasil karena korban berontak berteriak kesakitan dan berusaha melepaskan diri.

Pelaku tidak berani melanjutkan aksinya dan memakaikan kembali celana korban dan celananya.

Korban pun berhasil melarikan diri ke arah rumahnya dan bertemu ibunya.

"Ibunya bertanya, kau dari mana. Korban jawab saya dari Ewa. Korban ceritakan kejadian yang baru dialaminya. Kaget, ibu korban bawa korban bertemu suaminya," kata Ahmad.

Ayah korban bersama keluarga besar kemudian mencari dan mengamankan pelaku.

Bersama Kepala Desa Rendu Tutubhada, Frederikus Balita dan Camat Aesesa Selatan, Sales Ujang Dekrasano, pelaku diantar ke Polsek Aesesa di Mbay siang itu juga.

Ahmad mengungkapkan, setelah menerima laporan dari keluarga korban, polisi langsung membawa korban ke Puskesmas Danga untuk divisum. Sementara pelaku untuk sementara diamankan di Polsek Aesesa.

Ahmad mengatakan, pelaku diancam dengan UU Nomor:23/2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan UU Nomor: 35/ 2014 dan Perppu Nomor: 1 Tahun 2016 perubahan kedua UU Nomor :23/2002 tentang Perlindungan Anak yang kemudian ditetapkan menjadi UU Nomor: 17/ 2016. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help