PosKupang/

Pengurus Koperasi Harus Bisa Berkorban

Acara pembukaan itu dihadiri sejumlah pejabat teras pada instansi tersebut, masing-masing Kepala Bidang Koperasi, Mikhael Boli

Pengurus Koperasi Harus Bisa Berkorban
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Suasana pendidikan koperasi di Aula Hotel Puri Mutiara-Lewoleba, Rabu (13/9/2017). Paling kanan, Kadis Koperindag Kabupaten Lembata, Bernadus Boli Hipir. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – “Pengurus koperasi itu harus bisa berkorban untuk anggota. Yang namanya pengurus harus demikian, karena itulah spirit dalam berkoperasi. Bukan sebaliknya pengurus berorientasi menjadikan anggota sebagai sumber pendapatan pengurus untuk keluarga.”

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Bernadus Boli Hipir, saat membuka kegiatan Pendidikan Dasar Anggota dan Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi, di Aula Hotel Puri Mutiara Lewoleba, Selasa (13/9/2017).

Acara pembukaan itu dihadiri sejumlah pejabat teras pada instansi tersebut, masing-masing Kepala Bidang (Kabid) Koperasi, Mikhael Boli dan Kepala Bida (Kabid) Perdagangan, G Siprianus.

Untuk kegiatan tersebut, Dinas Koperindag Lembata mengundang Ketua Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Siprianus Benaku sebagai pembicara.

Hipir mengatakan, pendidikan koperasi penting artinya bagi pengurus dan anggota. Artinya melalui kegiatan semacam ini, baik pengurus maupun anggota, diberi pemahaman tentang berkoperasi yang baik dan benar.

Menurut dia, apabila pengurus dan anggota telah mengerti sungguh-sungguh tentang koperasi, maka tak akan ada lagi saling silang pemahaman tentang tugas ataupun peran yang dilakukan dalam menghidupkan koperasi.

Di Kabupaten Lembata saat ini, lanjut Hipir, terdapat 103 koperasi yang telah berbadan hukum. Jumlah itu belum termasuk koperasi yang belum berbadan hukum maupun yang baru saja tumbuh melalui kelompok-kelompok arisan atau kelompok usaha bersama. 

Masih Banyak Masalah
Ketua Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Siprianus Benaku, mengatakan, sejauh yang diamati, masih banyak masalah yang mendera koperasi di Kabupaten Lembata.

Masalah tersebut tidak hanya meliliti anggota, tapi juga membelit pengelola maupun pengurus koperasi.

“Kalau ada dualisme dalam tubuh koperasi, berarti pemahaman koperasi belum tepat,” ujarnya saat ditemui Pos Kupang di sela-sela pendidikan dasar anggota itu.

Ia juga memberi apresiasi kepada sejumlah manajemen koperasi di Lembata, yang telah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan pendidikan bagi anggota pun pengurus.

Sikap itu sangat baik untuk mendukung tumbuh kembangnya koperasi di daerah itu.

“Itulah sebabnya, saat saya diminta untuk memberikan pendidikan koperasi di Lembata, saya terima dengan senang hati. Sebab bagi saya, melalui pendidikan koperasi, semua komponen akan memahami hal yang harus dilakukan dan yang harus dijauhi,” ujarnya.

Mengenai perseteruan antara dua kubu pada manajemen salah satu koperasi ternama di Lembata, Benaku secara spontan mengatakan, perseteruan itu disebabkan oleh tidak pahamnya phak tertentu terhadap koperasi. (*)

Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help