PosKupang/

Parah! Bantuan Babi Untuk Kelompok Petani Ternak di Maumere Hanya Hidup Sehari

Para peternak babi di Maumere bingung kenapa sampai saat ini mereka belum tahu apa penyebab babi bantuan pemerintah mati

Parah! Bantuan Babi Untuk Kelompok Petani Ternak di Maumere Hanya Hidup Sehari
Pos Kupang/Egy Moa
Kondisi anak babi bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka di Pulau Flores, dibagikan kepada kelompok peternak di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kamis (14/9/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Anggota Kelompok Ternak Damai di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, telah lama mendambakan punya ternak baik.

Niat itu terpenuhi tatkala di tahun 2017, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sikka memberikan bantuan ternak babi. Suka cita memenuhi 15 anggota kelompok itu.

"Tanggal 10 Agustus 2017, delapan anak babi betina didroping ke kelompok tani. Empat anggota mendapatkannya pertama. Selang sehari babi bantuan ini mulai mati. Sampai hari ini (14/9/2017) sisa satu ekor," ujar Ketua Kelompok Tani Ternak Damai, Hubertus Hence, kepada Pos Kupang, Kamis (14/9/2017).

Hence mengatakan, kali pertama diantar ke anggota kelompoknya, anakan babi tampak sehat. Memasuki hari kedua, babi mulai malas makan, kaki bengkak, badan panas, ingus dan menceret tidak berhenti.

Petugas kesehatan hewan, kata Hence, datang memeriksa menyuntik, namun semua babi tidak tertolong.

Hence tak tahu, apakah anggota kelompoknya akan menerima lagi babi bantuan ini.

Sampai saat ini, dia belum mendapat penjelasan dari pengelola kegiatan di kantor peternakan kabupaten.

Kasus bantuan anak babi bantuan yang mati pernah dialami Kelompok Ternak Gai Epan di Kampung Hoba, Kelurahan Nangalimang. Sejumlah 14 ekor anak babi betina mengalami gejala serupa dengan anakan babi dikirim ke Kelompok Damai. Beberapa hari kemudian, semua ternak babi itu mati.

Di Kelompok Sedang Mekar, Kelurahan Nangalimang, Egenius Paru, dan Agustinus Polus, masing-masing menerima dua ekor anak babi betina semuanya telah mati setelah menderita mencret, badan menggigil, rahang bengkak dan badanya tampak merah. *

Penulis: Eugenis Moa
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help