PosKupang/

Kementerian ESDM Setuju Proyek PTAL di Jembatan Pancasila Palmerah

Kementerian ESDM menyetujui pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Laut (PTAL) di Jembatan Pancasila Palmerah di Larantuka, Kabupaten Flotim

Kementerian ESDM Setuju Proyek PTAL di Jembatan Pancasila Palmerah
ISTIMEWA
Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Direktur Utama Tidal Bridge Indonesia, Latif Gau (duduk) bersama Gories Mere dan Yapi Manafe (berdiri), foto bersama seusai pertemuan di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (12/9/2017). 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Kementerian ESDM menyetujui pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Laut (PTAL) di Jembatan Pancasila Palmerah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Persetujuan itu dicapai dalam rapat antara Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, CEO Tidal Bridge BV dengan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, ketika ditemui Pos Kupang, Rabu (13/9/2017) menjelaskan, keterlambatan pembangunan jembatan tersebut karena permohonan yang diajukan calon investor dalam hal ini CEO Tidal Bridge BV, belum ada titik temu terkait tawaran tarif listrik. Saat pertemuan pertama, tawaran tarif listriknya 16 sen dolar AS per KWH, tetapi menteri menawarkan 9 sen dolar AS per KWH.

"Ketika pertemuan pertama itu menteri menawarkan, jika tarif listrik 9 sen dolar AS per KWH maka dirinya siap teken surat persetujuan," jelas Lebu Raya.

Dalam perjalanan, lanjut Frans, pihak calon investor melakukan analisis internal dan mengundang dirinya untuk kembali bertemu Menteri ESDM yang terlaksana pada tanggal 12 September 2017.

Pada pertemuan tersebut, tambah Lebu Raya, pihak investor menyampaikan tawaran baru terhadap tarif listrik dari tawaran menteri 9 sen dolar AS per KWH tetapi pihak investor mengajukan permohonan tarif 7,18 sen dolar AS per KWH jauh lebih rendah dari tawaran menteri dan diterima.

"Jadi Pak Menteri ESDM sudah menerima tawaran tersebut. Sekarang ini setelah selesai studi lapangan, maka kita persiapkan untuk ground breakingnya. Mudah-mudahan akhir tahun 2017 sudah mulai dikerjakan," jelas Lebu Raya.

Gubernur mengakui pada pertemuan dengan menteri ESDM, tokoh dari NTT seperti Goris Mere juga hadir. Kehadiran Goris Mere itu dalam kapasitas sebagai orang NTT yang peduli pada pembangunan NTT sehingga mengajaknya untuk selalu mendampingi guna bertemu pihak terkait untuk percepatan pembangunan di NTT.

Lebu Raya menilai pembangunan proyek PTAL di Jembatan Pancasila yang menghubungkan Pulau Flores daratan dengan Pulau Adonara itu sangat penting direalisasikan. (yon)

Penulis: Edy Hayon
Editor: Kanis_Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help